Rabu, 24 Oktober 2018

Demokrat Bakal Deklarasikan Dukungan ke Edy Rahmayadi di Medan

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (kanan), dan pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah (Edy-Musa) di rumahnya di kawasan Kuningan, Jakarta, 11 Mei 2018. Istimewa

    Ketua Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (kanan), dan pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah (Edy-Musa) di rumahnya di kawasan Kuningan, Jakarta, 11 Mei 2018. Istimewa

    TEMPO.CO, Jakarta - Partai Demokrat bakal mendeklarasikan dukungan kepada pasangan calon Gubernur-Wakil Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah (Edy-Musa), di Medan, pada Selasa, 15 Mei 2018.

    Partai berlambang Mercy tersebut telah resmi mendukung pasangan Edy-Musa di pemilihan Gubernur Sumatera Utara 2018. Langkah itu dilakukan melalui surat keputusan partai yang ditandatangani langsung oleh Ketua Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono di rumahnya, kawasan Kuningan, Jakarta, Jumat, 11 Mei 2018.

    Baca: Pilgub Sumut 2018, Demokrat Alihkan Dukungan ke Edy Rahmayadi

    "Kami sudah resmi mendukung pasangan Edy-Musa, dan dukungan sudah diteken langsung oleh Pak SBY tadi pagi," kata Ketua DPP Demokrat Jansen Sitindaon saat dihubungi, Jumat.

    Penandatanganan surat dukungan Demokrat langsung disaksikan oleh pasangan Edy-Musa. Pada pemilihan gubernur 2018, Edy-Musa didukung PAN, PKS, Partai Gerindra, Partai Hanura, Partai Golkar, dan Partai NasDem.

    Baca: Djarot Saiful dan Edy Bakal Berdebat, KPU Sumut Siapkan 7 Panelis

    Dengan bertambahnya dukungan dari Demokrat, Jansen yakin pasangan Edy-Musa dapat memenangi pilkada Sumatera Utara. Pada pilgub Sumatera Utara 2018, Edy-Musa bakal berhadapan dengan pasangan Djarot Syaiful Hidayat-Sihar Sitorus yang diusung PDI dan PPP. "Kami yakin pasangan Edy-Musa bisa menang," ujarnya.

    Seperti diketahui, Demokrat bersama dengan PKB gagal mengusung calonnya, Jopinus Ramli Saragih atau JR Saragih dan Ance Selian. JR Saragih gagal maju karena terbelit kasus hukum terkait dugaan pemalsuan ijazah.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Saham Lippo yang Jebol dan yang Melambung Dihantam Kasus Meikarta

    Jebloknya saham perusahaan-perusahaan Grup Lippo telah dimulai Selasa 16 Oktober 2018, sehari setelah KPK menangkap dan menetapkan Bupati Bekasi.