Caleg PDIP Banyuwangi Wajib Blusukan untuk Gus Ipul-Puti Guntur

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pasangan calon gubernur dan wagub Jawa Timur Saifullah Yusuf (kiri)-Puti Guntur Soekarno (kanan) menunjukan nomor urut saat rapat pleno terbuka pengundian nomor urut di Surabaya, Jawa Timur, 13 Februari 2018. ANTARA/Zabur Karuru

    Pasangan calon gubernur dan wagub Jawa Timur Saifullah Yusuf (kiri)-Puti Guntur Soekarno (kanan) menunjukan nomor urut saat rapat pleno terbuka pengundian nomor urut di Surabaya, Jawa Timur, 13 Februari 2018. ANTARA/Zabur Karuru

    TEMPO.CO, Jakarta - Dewan Pimpinan Cabang PDI Perjuangan Banyuwangi mewajibkan semua calon anggota legislatif atau caleg dari kader partai itu untuk memenangkan pasangan Saifullah Yusuf dan Puti Guntur Soekarno (Gus Ipul-Puti Guntur) dalam Pilkada Jatim 2018. Mereka pun diwajibkan blusukan untuk pasangan yang diusung PDIP itu.

    Untuk memaksimalkan peran para caleg dalam Pilkada Jatim 2018 itu, DPC PDIP Banyuwangi yang dipimpin I Made Cahyana Negara melakukan konsolidasi di kantor partai berlambang kepala banteng moncong putih tersebut di Banyuwangi, Sabtu, 5 Mei 2018. Made Cahyana mengatakan setiap bakal caleg dari PDIP diberi tanggung jawab memenangkan pasangan Gus Ipul (panggilan akrab Saifullah Yusuf) dengan Puti Guntur, minimal di tiga desa sesuai daerah pemilihannya.

    Baca: Simpatisan Gus Ipul-Puti Guntur Deklarasi Tolak Kampanye Hitam

    Dia menjelaskan ada 50 caleg PDIP Banyuwangi untuk Pemilu 2019. Dalam sepekan ke depan, para caleg itu diwajibkan menyelesaikan blusukan ke 25.000 rumah warga. Artinya tiap caleg mengunjungi 500 rumah warga.

    "Dengan asumsi per rumah ada tiga warga yang memiliki hak pilih, berarti kami menjangkau 75.000 warga dalam sepekan. Ini akan terus dilakukan secara berkelanjutan sampai coblosan 27 Juni mendatang," kata Made.

    Politikus yang kini menjabat Ketua DPRD Banyuwangi itu menambahkan setiap kunjungan ke rumah warga wajib didokumentasikan secara detail. Tugas itu diharapkan bukan sekadar seremonial dari para caleg, melainkan dijalankan dengan penuh tanggung jawab.

    Baca: Indo Barometer: Gus Ipul-Puti Guntur Unggul di Pilgub Jawa Timur

    Blusukan dan bertemu secara personal dengan warga itu menjadi salah satu strategi untuk memenangkan pasangan Gus Ipul-Puti, khususnya di Banyuwangi. Dengan strategi itu, setiap caleg diwajibkan mengamankan kemenangan Gus Ipul-Puti minimal di tiga desa/kelurahan. Dengan 50 caleg, kata dia, berarti terdapat 150 desa wajib dipastikan kemenangan pasangan Gus Ipul-Puti, atau 70 persen dari jumlah desa di Banyuwangi.

    "Kami tugaskan setiap caleg menangkan Gus Ipul-Puti minimal di tiga desa sesuai dapilnya. Tentu kami sudah petakan desa mana saja. Dengan gerak serempak ini, insya Allah Gus Ipul-Puti menang," ujar Made. Penugasan kepada caleg-caleg itu, kata dia, bakal menjadi bahan evaluasi pencalonan mereka untuk Pemilu Legislatif 2019.

    Made menambahkan dalam setiap aksi turun ke rumah-rumah warga, caleg dan kader PDIP telah dibekali materi kampanye, seperti stiker, brosur, dan sebagainya. Program-program andalan Gus Ipul-Puti juga disusun dalam materi yang menarik untuk didistribusikan dan disosialisasikan kepada warga.

    "Gus Ipul-Mbak Puti punya program yang jelas untuk Jawa Timur, mulai pendidikan gratis SMA/SMK, pengembangan seribu desa wisata, pembangunan terintegrasi wilayah selatan Jawa dari Pacitan sampai Banyuwangi, dan sebagainya," ujarnya.

    Made optimistis duet Gus Ipul-Puti membukukan kemenangan di Banyuwangi dan Jawa Timur. "Bersama rakyat, teman-teman partai koalisi, tokoh agama, dan tokoh masyarakat, insya Allah Jawa Timur punya pemimpin yang tepat, yaitu Gus Ipul dan Mbak Puti," kata Made.

    Dalam rapat konsolidasi itu Made membahas strategi dalam kelompok-kelompok kecil secara detail, termasuk pemetaan program Gus Ipul-Puti yang akan disampaikan ke rumah-rumah warga. "Sesuai instruksi Ibu Megawati Soekarnoputri, ini bukan semata-mata soal memastikan kemenangan Gus Ipul dan Mbak Puti, tapi juga untuk melibatkan rakyat dalam pilkada," katanya.

    Bagi PDI Perjuangan, kata dia, pilkada harus melahirkan pemimpin yang benar-benar lahir dari pergelutan ide dan problem rakyat, bukan pemimpin yang cuma pandai beretorika tapi tak punya kinerja. Jajaran pengurus dan anggota Fraksi PDIP di DPRD Banyuwangi, dia menambahkan, juga baru mengadakan rapat bersama dengan Abdullah Azwar Anas (kini Bupati Banyuwangi) untuk memastikan gerak mesin partai untuk pemenangan Gus Ipul-Puti Guntur di lapangan maksimal.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Peta Bencana Sejumlah Sudut Banjir Jakarta di Akhir Februari 2020

    Jakarta dilanda hujan sejak dini hari Rabu, 25 Februari 2020. PetaBencana.id melansir sejumlah sudut yang digenangi banjir Jakarta hingga pukul 15.00.