ASN Diminta Tak Hadiri Debat Kandidat Pilkada Cirebon

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pegawai negeri sipil (PNS) berfoto-foto saat mengikuti Upacara Peringatan HUT Korpri ke-44 di lingkungan Pemprov DKI Jakarta di Lapangan Eks Irti Monas, Jakarta, 30 November 2015. Dalam pidatonya saat memimpin upacara Wakil Gubernur DKI Djarot Syaiful mengatakan, Korpri harus Memberikan pelayanan publik untuk masyakarat yang berdaya dan sejahtera secara hakiki. TEMPO/Subekti

    Pegawai negeri sipil (PNS) berfoto-foto saat mengikuti Upacara Peringatan HUT Korpri ke-44 di lingkungan Pemprov DKI Jakarta di Lapangan Eks Irti Monas, Jakarta, 30 November 2015. Dalam pidatonya saat memimpin upacara Wakil Gubernur DKI Djarot Syaiful mengatakan, Korpri harus Memberikan pelayanan publik untuk masyakarat yang berdaya dan sejahtera secara hakiki. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Cirebon – Aparatur Sipil Negara (ASN) diminta untuk tidak menghadiri debat calon wali kota dan wakil wali kota Cirebon untuk menjaga netralitas.

    Komisioner Panwaslu Kota Cirebon Divisi Pencegahan dan Hubungan Antar Lembaga, Muhammad Joharudin, mengatakan memang tidak ada aturan yang menyebutkan secara langsung bahwa ASN tidak boleh menghadiri acara debat kandidat.

    “Hanya saja dalam rapat Panwaslu memberikan pertimbangan, agar kehati-hatian sehingga ASN sebaiknya tidak ikut hadir,” kata Johar pada Jumat, 27 April 2018.

    Baca: KPU Jatim Gelar Tiga Kali Debat Peserta Pilkada 2018

    Dengan kehadiran para ASN, dikhawatirkan akan terjadi konflik kepentingan. Panwaslu juga bermaksud untuk mencegah terjadinya gugatan tindak pidana pilkada terkait dengan keterlibatan ASN tersebut. “Kecuali untuk desk pilkada”," kata Johar.

    Ia menyebut ASN yang ditempatkan di Kesatuan Bangsa dan Politik atau Satuan Polisi Pamong Praja masih bisa diperbolehkan untuk hadir di acara debat kandidat tersebut.

    Panwaslu, kata Johar, ingin agar pelaksanaan pilkada, khususnya di Kota Cirebon berjalan tertib, aman dan kondusif. Sehingga semua pihak terkait diharapkan bisa bersama-sama menyukseskan pilkada Juni 2018 mendatang.

    Baca: KPU Bali Melarang Debat Kandidat Calon Gubernur Direkam

    Atas dasar itu pula akhirnya Panwaslu meminta kepada KPU Kota Cirebon untuk mengirimkan surat pembatalan undangan kepada ASN untuk menghadiri debat pertama pada 19 April 2018 lalu. Padahal sebelumnya KPU Kota Cirebon sudah mengirimkan surat undangan agar ASN bisa menghadiri acara debat calon walikota dan wakil walikota yang diselenggarakan di salah satu hotel di Kota Cirebon tersebut.
    Himbauan yang sama pun, menurut Johar, berlaku untuk debat kedua kedua dan ketiga yang akan digelar dalam waktu dekat.

    Sementara itu, Ketua KPU Kota Cirebon, Emirzal Hamdani, mengapresiasi himbauan dari Panwaslu Kota Cirebon. “Kami apresiasi untuk terselenggaranya pilkada yang sukses dan aman," kata dia.

    KPU Kota Cirebon menyelenggarakan tiga kali dekat calon kandidat. Setelah debat pertama digelar pada 19 April lalu, debat kedua akan digelar 9 Mei 2018. Selanjutnya disusul debat ketiga yang rencananya digelar sebelum pelaksanaan bulan Ramadhan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Drone Pemantau Kerumunan dari Udara selama Wabah Covid-19

    Tim mahasiswa Universitas Indonesia merancang wahana nirawak untuk mengawasi dan mencegah kerumunan orang selama pandemi Covid-19.