Minggu, 16 Desember 2018

Khofifah Indar Parawansa Ingin Bangun Tempat Perlindungan Anak

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur nomor urut satu Khofifah Indar Parawansa - Emil Dardak dan nomor urut dua Saifullah Yusuf - Puti Guntur Soekarno saling bersalaman dalam Debat Publik I Pilgub Jatim di Gedung Dyandra Convetion Center, Surabaya, Jawa Timur, 10 April 2018. ANTARA/Zabur Karuru

    Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur nomor urut satu Khofifah Indar Parawansa - Emil Dardak dan nomor urut dua Saifullah Yusuf - Puti Guntur Soekarno saling bersalaman dalam Debat Publik I Pilgub Jatim di Gedung Dyandra Convetion Center, Surabaya, Jawa Timur, 10 April 2018. ANTARA/Zabur Karuru

    TEMPO.CO, Surabaya - Calon Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, mengatakan akan membangun tempat perlindungan untuk mengatasi kasus kekerasan pada perempuan dan anak. Di tempat tersebut juga akan ada konselor untuk memberikan trauma healing kepada mereka.

    "Tempat perlindungan yang akan dibangun nantinya bermitra dengan fakultas-fakultas psikologi dari universitas di Jatim," kata Khofifah saat debat pemilihan Gubernur Jawa Timur di Dyandra Convention Center, Surabaya, Selasa malam, 10 April 2018.

    Baca: Mau Debat Pilgub Jatim 2018, Khofifah Ziarahi Makam Sunan Ampel

    Mantan Menteri Sosial itu juga mengaku telah memiliki program Jatim Satya atau Jawa Timur yang Sejahtera dan Berdaya, yang memberikan kesejahteraan dan pemberdayaan perempuan di Jawa Timur. "Jika saya terpilih mendatang, akan ada Perda terkait perlindungan perempuan dan anak serta peraturan gubernur yang segera terbit," katanya.

    Sementara itu, calon gubernur Saifullah Yusuf mengatakan perlu dilakukan pencegahan dan pendampingan kepada para korban kekerasan. Berdasarkan data dan fakta di lapangan, kasus kekerasan pada perempuan dan anak justru dilakukan orang yang dikenal korban.

    Dia meminta masyarakat turut memberikan perhatian agar trauma yang terjadi kepada korban segera teratasi.

    Baca: Menjelang Debat, Saifullah Yusuf Salat Duha Bareng Kiai Sepuh

    Terhadap fenomena pernikahan dini, Saifullah Yusuf menjelaskan, biasanya hal itu terjadi karena tak ada pilihan lain dan diperlukan pendidikan yang cukup sehingga memahami kapan waktu yang tepat untuk menikah, termasuk mengerti tentang reproduksi.

    "Di sinilah pentingnya mengajak ulama, kiai, dan tokoh masyarakat untuk turut memberikan penjelasan tentang pendampingan yang baik kepada anak dan orang tuanya, terutama bagi mereka yang punya keinginan menikahkan anak di usia dini," ucapnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Serunya Adu Cuit Pendukung Jokowi Versus Prabowo di Jagat Twitter

    Di Twitter, perang cuit antara pendukung Jokowi - Ma'ruf Amin dengan Prabowo - Sandiaga tak kalah seru dengan "perat darat".