Senin, 24 September 2018

Kalangan Advokat akan Laporkan Ganjar Pranowo ke Polisi

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ganjar Pranowo meninggalkan rumah dinas Puri Gedeh menuju kontrakannya. TEMPO/Fitria Rahmawati

    Ganjar Pranowo meninggalkan rumah dinas Puri Gedeh menuju kontrakannya. TEMPO/Fitria Rahmawati

    TEMPO.CO, Jakarta - Ikatan Advokat Muslim Indonesia (IKAMI) akan melaporkan calon gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo ke polisi. Upaya itu dilakukan atas dugaan penodaan agama melalui puisi Kau Ini Bagaimana atau Aku Harus Bagaimana karya KH Mustofa Bisri.

    "Kami persiapkan segera bukti-bukti untuk melaporkan Ganjar," kata Seketaris Jenderal IKAMI Djuju Purwantoro saat dihubungi Tempo, Selasa, 10 April 2018.

    Ia menjelaskan meskipun bukan Ganjar yang membuat puisi itu, politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan itu tetap membacanya di stasiun televisi swasta dan menyebarkan video itu melalui media sosial.

    Baca: Ganjar Pranowo: Kira-kira Gus Mus Pro Islam Enggak?

    Ganjar membacakan puisi itu saat mengisi acara di sebuah stasiun televisi pada awal Maret lalu. Lantaran pembacaan puisi itu, Ganjar Pranowo dianggap mendiskreditkan Islam. Penggalan puisi yang dipermasalahkan adalah bait "Kau bilang Tuhan sangat dekat. Kau sendiri memanggil-manggilnya dengan pengeras suara setiap saat.."

    Djuju mengatakan maksud dari bait itu adalah mengenai azan. Ia menganggap kalimat dalam puisi itu keliru, sebab azan bukan untuk memanggil Tuhan, melainkan panggilan kepada umat Islam untuk salat.

    Selain membacakan puisi tersebut, Ganjar juga mengunggah video pembacaan itu pada 10 Maret lalu dan meminta warganet mengomentarinya. "Video itu banyak mendapat respon negatif dari warganet," kata Djuju.

    Baca: Baca Puisi Gus Mus, Ganjar Pranowo Batal Dilaporkan ke Bareskrim

    Dari aspek hukum, IKAMI menganggap sebagian bait puisi mengandung unsur penodaan agama. Sehingga bisa dikatakan telah melanggar pasal 28 ayat (2), Jo pasal 45A ayat (2), Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, dan pasal 156a huruf a KUHP.

    Djuju menjelaskan sebagai publik figur dan pejabat negara, seharusnya Ganjar Pranowo harus lebih waspada, bisa menilai, dan mengoreksi lebih dulu bait-bait puisi yang akan dibacanya.

    Baca juga: Elektabilitas Gatot Nurmantyo di Pilpres 2019 Menurut Populi Center


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kampanye Imunisasi MR Fase 2 Luar Jawa Masih di Bawah Target

    Pelaksanaan kampanye imunisasi MR fase 2 menargetkan hampir 32 juta anak usia 9 bulan hingga 15 tahun di 28 provinsi di luar Pulau Jawa. Hingga 10 Sep