Sudirman Said-Ida Fauziah Luncurkan Saweran Jateng untuk Kampanye

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bakal cagub-cawagub Jawa Tengah Sudirman Said (kiri depan) dan Ida Fauziah (kanan depan) melambaikan tangan saat tiba di Kantor KPU Jateng, Semarang, 10 Januari 2018. Sudirman Said dan Ida Fauziah diusung oleh Partai Gerindra, PKB, PKS, dan PAN. ANTARA

    Bakal cagub-cawagub Jawa Tengah Sudirman Said (kiri depan) dan Ida Fauziah (kanan depan) melambaikan tangan saat tiba di Kantor KPU Jateng, Semarang, 10 Januari 2018. Sudirman Said dan Ida Fauziah diusung oleh Partai Gerindra, PKB, PKS, dan PAN. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Calon gubernur Jawa Tengah, Sudirman Said dan Ida Fauziah meluncurkan saweranjateng.id untuk mengajak masyarakat ikut berpartisipasi membantu biaya kampanye yang dianggap mahal.

    "Saya bukan orang yang punya uang, selama ini biaya kampanye saya dari saweran. Ini juga untuk menghindari korupsi" kata Sudirman saat kegiatan deklarasi politik saweran di Hotel Patrajasa, Ahad 8 April 2018.

    Baca: Sudirman Said Sumringah Dapat Sinyalemen Dukungan Muhammadiyah

    Sudirman mengaku senang ada relawan yang berinisiatif dengan kegiatan Gasebu (gerakan Rp 10.000). "Kami mengetuk kerelaan warga, tidak ada paksaan. Kami bereksperimen semoga ada respons yang baik," ujarnya.

    Ia menjelaskan, nantinya hasil saweran itu akan dipakai untuk membiayai kampanye dalam pemenangannya. Selain itu, juga akan digunakan untuk mendanai perjalanan dan sosialisasi bersama relawan, pengadaan alat peraga kampanye (APK) dan biaya operasional kampanye yang dilakukan relawan. Dia menegaskan, hasil saweran itu tidak akan digunakan untuk orientasi pribadi, tetapi untuk kepentingan masyarakat dan relawannya.

    Sudirman membantah bahwa dirinya maju pemilihan gubernur Jawa Tengah tanpa dibiayai partai pengusungnya. Dia juga menampik soal uang yang dimilikinya sudah habis untuk pencalonannya ini. Ia menegaskan dirinya bukan pengusaha kaya yang bisa mengeluarkan uang sewaktu-waktu.

    Baca: Sudirman Said Janji Naikkan 3 Kali Lipat Anggaran Pemberdayaan

    "Habis ya dicari lagi (dana kampanye). Kalau ini berhasil maka akan menjadi contoh bagi daerah lain," katanya. Menurut dia, politik tidak dilihat sebagai cara untuk mengincar jabatan tetapi pengabdian. "Kalau politik memperoleh jabatan dengan berbagai cara, apalagi korupsi, maka akan membatalkan niatnya."

    Komandan Relawan Sudirman-Ida, Arie Sadewo mengatakan peluncuran saweranjateng.id baru dilakukan karena menunggu momentum yang tepat. Kata dia, Sudirman bukan orang kaya yang bisa membiayai kampanye politiknya sendiri.

    "Rakyat membiayai kampanye untuk kampanye pemimpinnya, bukan pemimpin yang kampanye membiayai rakyatnya," ujarnya.

    Dia pun menjelaskan Gasebu adalah istilah. Semua orang bisa menyumbang semampunya sesuai dengan aturan dari Komisi Pemilihan Umum. "Kami sudah konsultasikan yang terbaik gimana batas maksimal boleh nyumbang sesuai aturan," kata Arie.

    Apabila strategi mendapatkan sumbangan itu mendapat respons masyarakat, Arie mengatakan, hal itu akan menjadi salah satu sarana pendidikan politik yang baik. Artinya, Sudirman Said melakukan kontrak sosial dengan masyarakat luas, ketimbang melaksanakan kontrak implisit dengan orang tertentu.

    "Jangan sampai ada transaksi diam-diam, malah bahaya itu, nanti ada kepentingan tertentu," tutur Arie. Sebagai transparansi, dia melanjutkan, akan diaudit akuntan publik dan jika memungkinkan hasilnya akan dipublikasikan berapa dana yang masuk. "Berikutnya, sawerannya bisa untuk membiayai kepemimpinan daerah, semua sektor. Ini untuk kebaikan kok," ujar Arie.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman dan Nyaman Liburan Lebaran Idul Fitri 1442 H

    Ada sejumlah protokol kesehatan yang sebaiknya Anda terapkan kala libur lebaran 2021. Termasuk saat Salat Idul Fitri 1442H