Sabtu, 23 Juni 2018

Pilkada 2018, Cagub Riau Syamsuar Ingin Nasionalisasi Blok Migas

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pasangan bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur Riau Syamsuar (ketiga kiri) dan Edy Natar Nasution (kedua kanan) bersiap meninggalkan gedung KPU usai melakukan pendaftaran sebagai calon Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Riau di Gedung KPU Riau, Pekanbaru, Riau, 8 Januari 2018. ANTARA FOTO/Rony Muharrman

    Pasangan bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur Riau Syamsuar (ketiga kiri) dan Edy Natar Nasution (kedua kanan) bersiap meninggalkan gedung KPU usai melakukan pendaftaran sebagai calon Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Riau di Gedung KPU Riau, Pekanbaru, Riau, 8 Januari 2018. ANTARA FOTO/Rony Muharrman

    TEMPO.CO, Pekanbaru - Calon gubernur Riau di Pilkada 2018 Syamsuar mendorong pengelolaan Blok Rokan dikelola oleh perusahaan daerah maupun nasional. Keinginan ini menyusul berakhirnya kontrak bagi hasil sumur minyak yang dikelola PT Chevron Pacifik Indonesia pada 2021 nanti.

    "Bila perusahaan daerah maupun nasional bisa kelola sumur ini, banyak yang dapat kita peroleh, terutama CSR-nya untuk masyarakat," kata Syamsuar, saat menggelar kampanye dialogis, di Pasar Cik Puan, Pekanbaru, Senin, 13 Maret 2018.

    Baca juga: JR Saragih Gugat KPU ke Pengadilan TUN hingga Kehilangan Ijazah

    Syamsuar menilai perekonomian daerah akan bangkit bila blok terbesar di Indonesia itu dikelola nasional. Dia berjanji bakal mendorong keterlibatan perusahaan daerah atau nasional mengelola Blok Rokan.

    Menurut Syamsuar, sudah saatnya blok ini dikelola perusahaan nasional. Sebab kata dia, PT Chevron sudah terlalu lama mengelola Blok Rokan, namun tidak begitu menguntungkan untuk masyarakat Riau, terutama alokasi dana Corporate Social Responsibility (CSR) yang dianggap tidak sebanding dengan keuntungan yang mereka dapatkan.

    "Selama ini Chevron kurang terbuka soal CSR-nya," kata Syamsuar.

    Syamsuar mengaku pernah memprotes perusahaan tersebut lantaran terlalu membesar-besarkan penyaluran dana CSR untuk usaha kecil dan mikro di Kecamatan Minas, Siak. Padahal kata dia, masyarakat mengaku bantuan yang disalurkan perusahaan itu hanya Rp 45 juta. "Apa yang disampaikan tidak sesuai dengan kenyataan untuk Riau," ujarnya.

    Syamsuar mengaku perusahaan itu juga turut membantu masyarakat di Indonesia melalui dana CSR-nya. Namun, seharusnya perusahaan mesti mengutamakan masyarakat sekitar wilayah kerjanya sesuai peraturan pemerintah.

    Baca juga: KPU Bantah Usulkan Penundaan Status Tersangka Calon Kepala Daerah

    "Menurut peraturan negara kita, begitu juga peraturan daerah, merupakan tanggung jawab sosial perusahaan memperhatikan masyarakat lingkungan sekitarnya. Kalau masyarakat lingkungan perusahaan tidak diperhatikan, tidak ada gunanya perusahaan ada di wilayah kita ini," ujarnya.

    Seperti diketahui, kontrak bagi hasil sumur minyak terbesar di Indonesia yang selama ini dikelola PT Chevron Pacifik Indonesia itu bakal berakhir pada 2021. Meski sudah tergolong blok tua, Blok Rokan masih punya potensi besar. Blok ini bahkan menjadi penyumbang produksi minyak terbesar di Indonesia. Sepanjang kuartal pertama 2014, produksi minyak dari blok tersebut mencapai 230.170 barel per hari.


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Pelatih Paling Mahal di Piala Dunia 2018

    Ini perkiraan jumlah gaji tahunan para pelatih tim yang lolos Piala Dunia 2018.