Rabu, 26 September 2018

Pilkada 2018, Dedi Minta Calon Tak Banggakan Menjadi Wali Kota

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bakal Cagub dan Cawagub Jawa Barat Sudrajat (kiri), Ahmad Syaikhu (kedua kiri), Deddy Mizwar (ketiga kiri), Dedi Mulyadi (Kedua kanan) dan TB Hasanudin (kanan) berswafoto seusai menjalani tes kesehatan di RS Hasan Sadikin, Bandung, Jawa Barat, 11 Januari 2018. ANTARA FOTO/M Agung Rajasa

    Bakal Cagub dan Cawagub Jawa Barat Sudrajat (kiri), Ahmad Syaikhu (kedua kiri), Deddy Mizwar (ketiga kiri), Dedi Mulyadi (Kedua kanan) dan TB Hasanudin (kanan) berswafoto seusai menjalani tes kesehatan di RS Hasan Sadikin, Bandung, Jawa Barat, 11 Januari 2018. ANTARA FOTO/M Agung Rajasa

    TEMPO.CO, Bandung - Calon wakil gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengkritik salah satu pasangan calon di debat kandidat Pilkada 2018 Jawa Barat. Dia menganggap salah satu calon terlalu bangga memaparkan keberhasilannya saat masih menjabat sebagai wali kota ataupun bupati di masa lalu.

    "Posisi kami itu calon gubernur-wakil gubernur, bukan calon bupati atau wali kota. Jadi tidak usah terus-menerus berbicara tentang daerah dan kotanya masing-masing," ujar Dedi seusai mengikuti debat publik Pilgub Jawa Barat, di Sabuga, Kota Bandung, Senin, 12 Maret 2018.

    Baca juga: Debat Pilgub Jawa Barat, Begini Visi Misi 4 Pasangan Calon

    Dalam acara debat publik itu, pasangan Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum memang cukup percaya diri menjabarkan hasil pencapaiannya saat menjabat sebagai kepala daerah di Kota Bandung. Namun, Dedi yang merupakan pasangan calon gubernur Deddy Mizwar itu enggan dibilang menyindir pasangan Ridwan-Uu.

    "Saya sih nggak ngomong persoalan kritik terhadap pasangan siapapun. Bahwa kami di sini merupakan calon gubernur-wakil gubernur Jawa barat. Maka kami bicara tentang konsep keseluruhan di Jabar," katanya.

    Menurut Dedi, berbicara tentang gagasan untuk provinsi Jawa Barat tentu harus meliputi tiga perkara. Ketiganya yaitu aspek manusia, teknologi, dan kebudayaan. Ketiganya harus bisa seimbang dan mampu bersinergis. "Harus bersenyawa sebagaimana Jepang berhasil merefleksikan itu," katanya.

    "Memimpin Jawa Barat itu karakternya berbeda dengan memimpin sebagai bupati atau wali kota, itu sangat berbeda," ujar Dedi..

    Menjadi gubernur, kata dia, tentu memiliki peran dan tugas yang berbeda dengan seorang wali kota ataupun bupati. Salah satu perbedaanya yakni tugas gubernur mengkoordinasikan para pemimpin daerah dengan skala wali kota juga bupati.

    "Sehingga gubernur tidak boleh punya satu visi sendiri, visinya gubernur Jabar itu visinya Wali Kota Banjar, visinya Bupati Tasik, Kuningan dan visi di tiap daerah lainnya di Jabar," katanya.

    Ridwan Kamil tampak biasa saja menanggapi kritikan yang secara tidak langsung diarahkan kepada dirinya. Menurut Ridwan, hal wajar bagi dia ketika membicarakan pengalamannya saat menjabat Wali Kota Bandung.

    Baca juga: Ditanya Penyarungan Pohon, Dedi Mulyadi: Asal Jangan Disembah

    Ridwan pun berjanji kalau terpilih menjadi Gubernur akan membawa setengah program Kota Bandung yang terbilang sukses di masa kepemimpinannya mendatang.

    "Tawaran kami ke Jabar itu bukan coba-coba, tapi pengalaman di kota dan pengalaman di kabupaten. Kalau ngomongin pengalaman kan saya ngomongin masa 'SMA' saya," kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Joaquin Phoenix dan Para Pemeran Joker Sejak 1966

    Sutradara film terbaru Joker, Todd Phillips mengunggah foto pertama Joaquin Phoenix sebagai Joker, akan tayang Oktober 2019. Inilah 6 pemeran lainnya.