Sabtu, 23 Juni 2018

Relawan Pemenangan Saifullah Yusuf-Puti Dirikan Posko Merah-Putih

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pasangan calon gubernur dan wagub Jawa Timur Saifullah Yusuf (kiri)-Puti Guntur Soekarno (kanan) menunjukan nomor urut saat rapat pleno terbuka pengundian nomor urut di Surabaya, Jawa Timur, 13 Februari 2018. ANTARA/Zabur Karuru

    Pasangan calon gubernur dan wagub Jawa Timur Saifullah Yusuf (kiri)-Puti Guntur Soekarno (kanan) menunjukan nomor urut saat rapat pleno terbuka pengundian nomor urut di Surabaya, Jawa Timur, 13 Februari 2018. ANTARA/Zabur Karuru

    TEMPO.CO, Surabaya - Sejumlah relawan di kampung Rungkut Menanggal, Kota Surabaya bergotong-royong mendirikan posko untuk pemenangan pasangan Saifullah Yusuf (Gus Ipul)-Puti Guntur Soekarno yang maju sebagai calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Timur di Pilkada 2018.

    "Posko ini kami bangun dengan gotong-royong atau urunan warga. Ada pula yang membantu tenaga. Kami akan pakai untuk pemenangan Gus Ipul-Mbak Puti, pasangan calon nomor 2," kata Sugiarto, tokoh kampung setempat, Senin, 12 Maret 2018.

    Baca: Pilgub Jatim, Relawan Jokowi Dukung Saifullah Yusuf-Puti Guntur

    Sugiarto mengatakan warga membangun posko di Jalan Rungkut Menanggal Gang 1 karena kawasan tersebut berada di sekitar pemukiman padat. Dari berbagai Pemilu dan Pilkada, kampung itu menjadi basis suara PDI Perjuangan.

    "Gus Ipul sudah dikenal luas oleh warga, sedangkan Mbak Puti adalah cucu Bung Karno. Kami mantap bergerak karena keduanya diusung PKB dan PDIP," kata Sugiarto.

    Ia mengatakan sejak Minggu, 11 Maret 2018, seharian penuh warga kerja bakti membangun posko. Mereka memasang kayu, atap asbes dan dinding triplek. Lalu, dinding posko dicat merah putih. "Kami pilih warna Indonesia," katanya tersenyum.

    Setelah cat mengering, lanjut dia, mereka memasang bendera PDI Perjuangan. Selain itu, juga memasang kalender bergambar Gus Ipul-Puti Guntur Soekarno.

    Baca: Saifullah Yusuf-Puti Guntur Janji Luncurkan Program Dik Dilan

    Warga terlihat guyub dan kompak dalam kerja bakti. Kalangan tua dan anak-anak muda terlihat berbaur.

    Mereka akan menjadikan posko itu pusat informasi warga sekaligus menangkal operasi politik uang dan kampanye hitam.

    "Kami tidak ingin ada penyusup yang melakukan kampanye hitam. Kami juga tidak mau ada bagi-bagi uang saat Pilkada nanti," kata Mesach, pemuda lain.

    Sugiarto menilai posisi posko di sudut jalan akan menarik perhatian warga. Selain itu, mudah memantau setiap pergerakan di lingkungan setempat.

    "Meski kecil, insya Allah posko ini akan bermanfaat untuk kampung sendiri. Pengawasan juga lebih mudah karena setiap malam banyak orang yang rembukan di sini nantinya," katanya.


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Pelatih Paling Mahal di Piala Dunia 2018

    Ini perkiraan jumlah gaji tahunan para pelatih tim yang lolos Piala Dunia 2018.