Khofifah Diteriaki Saatnya Jadi Gubernur oleh Pedagang Pasar

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Wiranto memoto Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Kelautan dan Prikanan Susi Pudjiastuti, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri BUMN Rini Soemarno, Menteri Soial Khofifah Indar Parawansa, dan Menteri Kemaritiman Luhut Binsar Panjaita jelang pelantikan Marsekal Hadi Tjahjanto sebagai panglima TNI di Istana Negara, Jakarta, 8 Desember 2017. TEMPO/Subekti

    Wiranto memoto Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Kelautan dan Prikanan Susi Pudjiastuti, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri BUMN Rini Soemarno, Menteri Soial Khofifah Indar Parawansa, dan Menteri Kemaritiman Luhut Binsar Panjaita jelang pelantikan Marsekal Hadi Tjahjanto sebagai panglima TNI di Istana Negara, Jakarta, 8 Desember 2017. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Bojonegoro - Calon gubernur pilkada 2018 Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menggelar kampanye dengan mendatangi sejumlah tempat di Kabupaten Bojonegoro pada Selasa, 27 Februari 2018. Sesuai jadwal, selama seharian, Khofifah mendatangi beberapa pasar tradisional di kabupaten ini.

    Kunjungan pertama diawali di Pasar Desa Pasinan, Baureno, yakni kecamatan di ujung arah timur Kabupaten Bojonegoro dan berbatasan dengan Kecamatan Babat, Lamongan. Di pasar pinggir jalan penghubung Bojonegoro-Surabaya ini, Khofifah disambut para pedagang yang sebagian besar adalah ibu-ibu.

    Baca juga: Pilkada 2018, Khofifah Ungkap Penyebab Sepinya Pasar Tradisional

    Di pasar, Khofifah melayani ajakan para ibu-ibu untuk ber-selfie. Pasangan Emil Dardak dalam pemilihan Gubernur Jawa Timur ini rela melewati lorong-lorong sempit pasar tradisional Pasinan. Saat itulah, para ibu-ibu berebut berjabatan tangan dengan Khofifah. "Ibu sudah saatnya jadi gubernur," ujar Minah, salah satu pedagang di Pasar Pasinan, Baureno, Selasa, 27 Februari.

    Saat mengunjungi lapak makanan ringan, Khofifah memborong beragam jajanan ringan, seperti pisang, roti, dan jajanan tradisional lain. Makanan yang sudah dibelinya kemudian dibagikan kepada para pengunjung pasar. Sebagian besar adalah pedagang kecil atau usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). "Mereka harus diberdayakan agar perekonomian masyarakat meningkat," ujar Ketua Umum Muslimat Nahdlatul Ulama ini.

    Dalam kunjungan tersebut, Khofifah sempat berdialog dengan para pedagang mengenai harga-harga kebutuhan pokok, seperti beras, minyak, dan tepung. Mantan Menteri Sosial ini juga menjawab keluhan para pedagang tradisional di Pasar Pasinan. "Harganya sudah normal atau belum?" ujarnya.

    Baca juga: Puti Guntur Soekarno Jatuh Hati di Kampung Tematik Malang

    Selain itu, Khofifah singgah di rumah seorang pengurus Muslimat NU Bojonegoro di Kecamatan Baureno, serta mengunjungi beberapa pasar tradisional lainnya di Bojonegoro. Dia juga mengunjungi kegiatan UMKM di Sumuragung, Sumberrejo; dan pabrik pengolahan sarang walet di Sukowati.

    Kunjungan itu diteruskan dengan peletakan batu pertama pembangunan kantor Muslimat NU di Desa Pacul. Terakhir, Khofifah menghadiri undangan Ikatan Hajjah Muslimat (IHM) Bojonegoro di Islamic Center Kota Bojonegoro.


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya

    Grafis

    Ustaz Abdul Somad Ditolak Masuk Singapura

    Ustaz Abdul Somad, yang populer dengan sebutan UAS, mengaku dideportasi dari Singapura. Dia mengunggah video suasana di imigrasi.