Survei Pilkada 2018: Elektabilitas Gus Ipul Ungguli Khofifah

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • (Kiri-kanan) pasangan calon gubernur dan wagub Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa-Emil Dardak dan Saifullah Yusuf-Puti Guntur Soekarno menunjukan nomor urut di Surabaya, Jawa Timur, 13 Februari 2018. ANTARA/Zabur Karuru

    (Kiri-kanan) pasangan calon gubernur dan wagub Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa-Emil Dardak dan Saifullah Yusuf-Puti Guntur Soekarno menunjukan nomor urut di Surabaya, Jawa Timur, 13 Februari 2018. ANTARA/Zabur Karuru

    TEMPO.CO, Surabaya - Survei yang dilakukan Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia (KedaiKOPI) menemukan pasangan Saifullah Yusuf (Gus Ipul)-Puti Guntur Soekarno memiliki elektabilitas tertinggi Pilkada 2018 di Jawa Timur. Saifullah-Puti unggul dengan 53,7 persen dibandingkan pasangan Khofifah Indar Parawansa-Emil Dardak dengan elektabilitas 46,3 persen.

    "Gus Ipul unggul dengan selisih sekitar 7,4 persen sesuai survei yang kami lakukan," ujar Direktur Riset dan Kajian KedaiKOPI, Kunto Adi Wibowo, dalam siaran persnya, Kamis, 22 Februari 2018.

    Baca juga: Janji Pilkada, Gus Ipul Ingin Perbanyak Modal Usaha Perajin Tas

    Angka tersebut, kata dia, menjadi modal awal bagi Gus Ipul dan Puti yang sampai saat ini angka popularitasnya masih berada di bawah pesaingnya.

    Berdasar survei KedaiKOPI, popularitas Khofifah sebesar 94,1 persen; Gus Ipul 90,9 persen; kemudian Emil Dardak 48,7 persen; dan Puti Guntur Soekarno 28,5 persen.

    Ia menggarisbawahi korelasi terbalik antara elektabilitas dan popularitas kandidat gubernur dan wakil gubernur Jatim. Terlebih sebelum masa kampanye yang seharusnya popularitas berkorelasi tinggi dengan elektabilitas.

    Menurut dia, beberapa faktor yang membantu naiknya elektabilitas pasangan Gus Ipul-Puti adalah pernah duduk sebagai Wakil Gubernur Jatim. Ini dipersepsikan pemilih sebagai calon yang lebih berpengalaman. Selain itu juga faktor persepsi religius yang dilekatkan pada sosok Gus Ipul.

    "Apalagi faktor agama adalah rujukan utama untuk memilih gubernur dan wakil gubernur (75,4 persen), disusul oleh faktor kesukuan (40,1 persen), dan faktor inkumben atau pengalaman (30,5 persen)," ucapnya.

    Baca juga: Emil Dardak, Mantan Penyanyi yang Kini Bertarung di Pilkada Jatim

    Survei KedaiKOPI dilakukan dengan metode tatap muka, melibatkan 600 responden dengan margin of error lebih kurang 4,08 persen, pada interval kepercayaan 95 persen. Survei dilakukan selama sepekan, yakni 2-8 Februari 2018 dengan menggunakan teknik sampling metode acak bertingkat.

    Pilkada Jatim 2018 diikuti dua pasangan calon, yakni Khofifah-Emil di nomor urut satu, dan Gus Ipul-Puti di nomor urut dua.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Klaim Sandiaga Uno Soal Tenaga Kerja Asing Tak Sebutkan Angka

    Sandiaga Uno tak menyebutkan jumlah Tenaga Kerja Asing dalam debat cawapres pada 17 Maret 2019. Begini rinciannya menurut Kementerian Ketenagakerjaan.