Senin, 28 Mei 2018

Ada 51 Bapaslon Tak Lolos, Bawaslu: Berpotensi Ajukan Sengketa

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Bawaslu Abhan didampingi anggota Bawaslu Ratna Dewi Pettalolo dan Mochammad Afifuddin membacakan putusan dugaan pelanggaran administrasi yang dilaporkan 10 partai politik  terhadap proses pendaftaran parpol peserta Pemilu 2019 di Ruang Sidang Bawaslu, Jakarta, 15 November 2017. Pada sidang tersebut Bawaslu mengabulkan gugatan pelanggaran administrasi dalam proses pendaftaran calon peserta pemilu yang diajukan Partai Idaman, PBB, dan PKPI. TEMPO/Subekti

    Ketua Bawaslu Abhan didampingi anggota Bawaslu Ratna Dewi Pettalolo dan Mochammad Afifuddin membacakan putusan dugaan pelanggaran administrasi yang dilaporkan 10 partai politik terhadap proses pendaftaran parpol peserta Pemilu 2019 di Ruang Sidang Bawaslu, Jakarta, 15 November 2017. Pada sidang tersebut Bawaslu mengabulkan gugatan pelanggaran administrasi dalam proses pendaftaran calon peserta pemilu yang diajukan Partai Idaman, PBB, dan PKPI. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta – Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Abhan memprediksi akan ada banyak sengketa yang diajukan oleh bakal pasangan calon yang telah dinyatakan TMS atau tidak memenuhi syarat oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Ia mengatakan, hal tersebut karena dari 569 bapaslon yang mendaftar, ada 51 bapaslon yang dinyatakan TMS.

    “Dari 569 bapaslon ada 51 yang TMS, saya kira banyak potensi yang mengajukan sengketa ke Bawaslu,” kata Abhan di kantor Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), Jakarta Pusat pada Selasa, 13 Februari 2018.

    Baca: Pilkada 2018, Wakil Ketua DPR: Bawaslu Jangan Atur Materi Khotbah

    Abhan mengatakan, mekanisme yang bisa dilakukan oleh bapaslon yang berstatus TMS adalah permohonan sengketa. Pengajuan sengketa, kata dia, adalah hak dari bapaslon.

    Menurut Abhan, Bawaslu sebagai penyelenggara pengawas pemilu siap atas apapun yang akan dilakukan, termasuk upaya hukum yang diajukan bapaslon.

    Baca: Dicoret dari Pilgub Sumut, JR Saragih-Ance Selian Gugat Bawaslu

    Salah satu bapaslon yang sudah merencanakan gugatan ke Bawaslu adalah bapaslon pemilihan gubernur Sumatera Utara, JR Saragih-Ance Selian. Pasangan ini dinyatakan TMS oleh KPU karena legalisir fotocopy ijazah JR Saragih tidak diakui oleh Dinas Pendidikan DKI Jakarta. Melalui surat Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nomor 1454/1.851.623 tertanggal 22 Januari 2018, disebutkan pihak Dinas Pendidikan DKI Jakarta tidak pernah melegalisir ijazah JR Saragih.

    Atas penetapan itu, pasangan JR Saragih-Ance menyatakan akan melakukan gugatan. JR Saragih tetap kukuh menyatakan bahwa legalisir fotocopy ijazahnya merupakan legal. “Kami hanya menunggu apakah ada permohonan sengketa atau tidak. Kalau ada, ya kami tangani proses mekanisme sengketa,” kata Abhan.


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Jenis Serangan di Seluruh Dunia, Teror Bom Masih Jadi Pilihan

    Inilah jenis-jenis teror dan korban yang jatuh di berbagai penjuru dunia sejak menara kembar WTC diserang, teror bom masih jadi pilihan pelaku teror.