Perang Artis di Pilkada Jatim, Via Vallen vs Anang-Pasha Ungu

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penyanyi dangdut Via Vallen menunjukkan album terbarunya bertajuk Sayang di Kemang Jakarta, 18 Januari 2018. Via Vallen meluncurkan album yang diberi judul Sayang yang berisikan 10 single. TEMPO/Nurdiansah

    Penyanyi dangdut Via Vallen menunjukkan album terbarunya bertajuk Sayang di Kemang Jakarta, 18 Januari 2018. Via Vallen meluncurkan album yang diberi judul Sayang yang berisikan 10 single. TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Jakarta - Pertarungan di pilkada 2018 Provinsi Jawa Timur melibatkan artis-artis tenar Ibu Kota, seperti Via Vallen, Anang Hermansyah, dan Pasha Ungu. Mereka digandeng pasangan calon untuk mendulang suara pemilih demi meraih kursi nomor satu di Jawa Timur.

    Artis dangdut Via Vallen digandeng pasangan calon Saifullah Yusuf-Puti Soekarno, sementara pasangan calon Khofifah Indar Parawansa-Emil Dardak menggandeng Anang Hermansyah serta Pasha Ungu.

    Kepastian soal keterlibatan Pasha Ungu di barisan Khofifah itu disampaikan Anang. "Satu artis lagi nanti juga akan bergabung adalah Pasha Ungu," ujar Anang di sela pertemuan dengan Khofifah di Pos Komando Relawan 889, Jalan Gayungsari Barat, Surabaya, Senin dini hari, 29 Januari 2018.

    Baca juga: Slank Tolak Manggung untuk Kampanye Pilkada 2018

    Musikus asal Jember itu memastikan Pasha yang kini menjabat Wakil Wali Kota Palu, Sulawesi Tengah, itu telah menyatakan kesediaannya berkampanye mendukung Khofifah-Emil di pilkada Jatim 2018. "Pasha sudah bilang ke saya, dia siap berkampanye untuk Bu Khofifah dan Mas Emil," katanya.

    Anang sendiri juga akan melibatkan keluarganya untuk mendorong masyarakat Jawa Timur mendukung pasangan Khofifah-Emil. Mereka adalah istri Anang, Ashanty; serta putri Anang dari hasil pernikahan dengan Krisdayanti, Aurel.

    Melibatkan penyanyi juga dilakukan kubu Saifullah-Puti Soekarno dengan menggaet Via Vallen. Pedangdut yang tengah naik daun dengan lagu berjudul 'Sayang' itu dilibatkan untuk mendulang suara dari kaum muda yang jumlahnya 10-14 juta orang. "Kebetulan Via Vallen lagi ngetop, lalu kita dekati, dan yang bersangkutan merasa merasa oke,” kata Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Sri Untari, Jumat, 19 Januari 2018.

    Untari mengatakan PDIP merasa cocok Via Vallen menjadi orang yang menyampaikan program-program Gus Ipul dan Puti melalui nyanyian. Nantinya, kata Untari, Via Vallen akan membantu kampanye Gus Ipul dan Puti hingga menjelang masa pencoblosan. Dengan menghadirkan Via Vallen, timnya ingin menyuguhkan kampanye yang damai dan segar lewat lagu-lagu yang dilantunkan pedangdut asal Sidoarjo tersebut

    Via vallen sendiri menolak dirinya disebut terjun ke politik. Dia hanya mengatakan keterlibatannya dalam mendukung pasangan Saifullah Yusuf-Puti Soekarno hanya sebagai sebuah proyek. Dia mengaku bekerja profesional tanpa embel-embel politik.

    "Kalau Via sih sistemnya menyanyi saja lalu dibayar. Saya enggak ikut-ikutan di politik. Jadi siapa pun yang mau undang Via, ayo. Tapi Via enggak nyemplung di politik dan hanya sebagai artis profesional saja," ujar Via Vallen pada Kamis, 11 Januari 2018.

    Baca juga: Keluarga A6 Plus Pasha Ungu Siap Menangkan Khofifah-Emil Dardak

    Jika keterlibatan Via Vallen didasari proyek, berbeda dengan Anang. Dukungan Anang pada Khofifah-Emil lebih pada dorongan kebijakan partai. "Sebagai kader PAN, saya harus menyukseskannya," ujar Anang. Di pilgub Jatim 2018, PAN memang salah satu partai pendukung Khofifahh-Emil. Dia bahkan akan membuatkan lagu pendek atau jingle untuk kampanye Khofifah-Emil tanpa meminta honor sepeser pun.

    Sedangkan Ashanty menyatakan tertarik mendukung pasangan Khofifah-Emil karena mengagumi Khofifah."Saya kira nantinya akan berbeda jika Jawa Timur dipimpin oleh seorang perempuan," ujar Ashanty.

    Aurel juga mengagumi Khofifah. Penyanyi berusia 19 tahun itu menyatakan siap merangkul generasi millenial untuk turut mendukung Khofifah.

    CHITRA PARAMAESTI | ANTARA | TABLOID BINTANG.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.