LSI: Ini Penyebab Elektabilitas PDIP dan Golkar Naik

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah awak media saat mengikuti hasil survei Lingkaran Survei Indonesia, di Jakarta, 20 Desember 2016. Hasil survei LSI memprediksi, Pilkada DKI Jakarta akan berlangsung dua putaran karena belum ada calon gubernur dan calon wakil gubernur DKI Jakarta, yang memiliki perolehan suara mencapai 50 persen plus satu suara berdasarkan data survei. TEMPO/Imam Sukamto

    Sejumlah awak media saat mengikuti hasil survei Lingkaran Survei Indonesia, di Jakarta, 20 Desember 2016. Hasil survei LSI memprediksi, Pilkada DKI Jakarta akan berlangsung dua putaran karena belum ada calon gubernur dan calon wakil gubernur DKI Jakarta, yang memiliki perolehan suara mencapai 50 persen plus satu suara berdasarkan data survei. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Survei Lingkaran Survei Indonesia atau LSI pada April 2014-Januari 2018 menyimpulkan bahwa tingkat elektabilitas Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan Partai Golongan Karya (Golkar) naik. “Pemilih PDIP dan Golkar relatif sama, yakni pemilih menengah ke bawah.” Pendiri LSI, Denny JA, menyampaikannya melalui rilis yang diterima Tempo, Rabu, 24 Januari 2018.

    Dalam survei yang dilakukan terhadap 1.200 responden itu, PDIP dipilih 18,95 persen responden pada April 2014, naik 3,25 persen menjadi 22,2 persen pada Januari 2018. Sedangkan Golkar dipilih 14,75 persen responden pada April 2014 dan naik 0,75 persen, yakni menjadi 15,5 persen pada Januari 2018.

    Baca: 
    LSI Prediksi Golkar Bakal Jadi Pesaing PDIP di...
    Survei LSI: Golkar Bisa Bangkit jika Ada...

    Menurut Denny, berpindahnya pilihan responden dari PDIP ke Golkar disebabkan oleh beberapa faktor. Pertama, ketua umum baru Golkar, Airlangga Hartanto, memberikan harapan baru bagi publik terhadap Golkar melalui slogan “Golkar Bersih”. 

    Tiga program rakyat Golkar juga diminati responden. Program harga sembako terjangkau disukai 87,5 persen responden, memperluas lapangan kerja diminati 85,2 persen responden, serta rumah mudah akses dan terjangkau disukai 82 persen responden. “Tiga program prorakyat Golkar disukai lebih dari 80 persen responden,” ucap Denny.

    Baca juga:
    Survei Orkestra: Elektabilitas Partai Gerindra...
    Tujuh Rising Star Golkar Versi LSI

    Denny menyatakan beberapa kondisi bisa membuat Golkar dan PDIP bersaing di pemilihan umum 2019. Faktor itu bisa terjadi jika tren elektabilitas Golkar terus naik, slogan “Golkar Bersih” dan tiga program prorakyat semakin kuat, serta Airlangga Hartanto kerap dimunculkan sebagai ketua umum. “Golkar mampu mengimbangi asosiasi Jokowi dengan PDIP.” 

    Survei LSI juga menunjukkan bahwa PDIP dan Golkar berpotensi bersaing ketat memimpin pemilu 2019. Survei mencatat hanya ada dua partai yang elektabilitasnya di atas perolehan suara pemilu 2014, yakni PDIP dan Golkar.

    Melalui pertanyaan “Jika pemilu legislatif dilakukan hari ini, partai mana yang Bapak/Ibu pilih?”, PDIP memperoleh 22,2 persen suara, sedangkan Golkar 15,5 persen. Pada 2014, PDIP memperoleh 18,95 persen suara, sedangkan Golkar 14,75 persen. 


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Operasi Ketupat 2021 Demi Menegakkan Larangan Mudik, Berlaku 6 Mei 2021

    Sekitar 166 ribu polisi diterjunkan dalam Operasi Ketupat 2021 untuk menegakkan larangan mudik. Mereka tersebar di lebih dari 300 titik.