Minggu, 16 Desember 2018

Pilkada, Ketua PWI Pusat Belum Libatkan Wartawan Jadi Tim Sukses

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Margiono (tengah) didampingi Pengarah Hari Pers Nasional 2012 Priyambodo RH (tidak tampak dalam foto) dan Perwakilan Dewan Juri Anugerah Jurnalistik Adinegoro 2011 Artini Suparno (kanan) memberi keterangan mengenai Anugerah Jurnalistik Adinegoro dan Hari Pers Nasional di kantor PWI, Jakarta, Rabu (1/2). ANTARA/M Agung Rajasa

    Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Margiono (tengah) didampingi Pengarah Hari Pers Nasional 2012 Priyambodo RH (tidak tampak dalam foto) dan Perwakilan Dewan Juri Anugerah Jurnalistik Adinegoro 2011 Artini Suparno (kanan) memberi keterangan mengenai Anugerah Jurnalistik Adinegoro dan Hari Pers Nasional di kantor PWI, Jakarta, Rabu (1/2). ANTARA/M Agung Rajasa

    TEMPO.CO, Tulungagung – Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia atau PWI Pusat Margiono belum memasukkan wartawan ke dalam struktur tim suksesnya sebagai calon Bupati Tulungagung.

    Ketua tim pemenangan Margiono, Budi Sujarwo, mengatakan pasangan Margiono–Eko Prisdianto belum menyerahkan daftar nama tim sukses kepada Komisi Pemilihan Umum Tulungagung. “Kami juga belum berfikir melibatkan kawan-kawan wartawan sebagai tim sukses,” kata Budi saat dihubungi Tempo, Jumat, 19 Januari 2018.

    Baca: Ketua PWI Pusat Ikut Pilkada, Wartawan Diminta Tetap Independen

    Menurut Budi Sujarwo banyaknya partai politik yang mengusung Margiono, yakni sembilan partai, cukup merepotkan dalam penentuan sruktur tim sukses. Sebab, kata dia, masing-masing partai memiliki strategi pemenangan berbeda. "Belum merumuskan untuk memasukkan wartawan sebagai tim sukses," kata dia. 

    Ihwal edaran Dewan Pers yang menyebutkan wartawan yang maju dalam pilkada dan pemilu legislatif harus non-aktif atau mengundurkan diri secara permanen, Budi Sujarwo menolak berkomentar. Menurut dia hal itu menjadi wilayah Margiono  untuk menjawab. “Soal itu saya tidak punya kapasitas menjawab,” katanya.

    Simak: Pilkada Tulungagung, Margiono Tolak Mundur sebagai Ketua Umum PWI

    Edaran yang ditandatangani Ketua Dewan Pers Yosep Adi Prasetyo pada 12 Januari 2018 ini mengatur tentang etika  wartawan dalam pilkada dan pemilu legislatif. Dewan Pers menyerukan semua wartawan menjadi wasit dan pembimbing yang adil serta pengawas yang teliti terhadap pelaksanaan pilkada. Kalaupun ada yang berminat menggunakan hak politik dengan mengikuti pilkada dan pemilu legislatif, wartawan harus nonaktif atau mundur dari profesinya.

    Sebelumnya kepada wartawan, Margiono mengatakan tidak mundur sebagai Ketua Umum PWI selama pilkada. Sebab, kata dia, Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga PWI tidak mengatur tentang kewajiban mengundurkan diri. “Tetapi saya akan non-aktif dan tetap mempertanggungjawabkan kepengurusan di Kongres PWI mendatang,” katanya.

    Lihat: Maju Pilkada Tulungagung, Ketua PWI Margiono Gemar Obral Hadiah

    Sejumlah pengurus PWI Pusat maupun Ketua PWI dari berbagai daerah ramai-ramai mendampingi Margiono saat mendaftar ke kantor KPU Tulungagung beberapa waktu lalu. Diantaranya  Ketua PWI Jawa Timur, Ketua PWI Banten, Ketua PWI Jawa Barat, Ketua PWI Lampung, Ketua PWI Aceh, Ketua PWI Sulawesi Selatan, Ketua PWI Sulawesi Tenggara dan Ketua PWI Sulawesi Utara.

    HARI TRI WASONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Serunya Adu Cuit Pendukung Jokowi Versus Prabowo di Jagat Twitter

    Di Twitter, perang cuit antara pendukung Jokowi - Ma'ruf Amin dengan Prabowo - Sandiaga tak kalah seru dengan "perat darat".