Rabu, 21 November 2018

Wakil Bupati Trenggalek Pilih Gus Ipul Ketimbang Emil Dardak

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin menyampaikan dukungan kepada pasangan Syaifullah Yusuf dan Puti Guntur Soekarno sebagai calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Timur.

    Wakil Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin menyampaikan dukungan kepada pasangan Syaifullah Yusuf dan Puti Guntur Soekarno sebagai calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Timur.

    TEMPO.CO, Trenggalek - Wakil Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin memilih mendukung Saifullah Yusuf atau Gus Ipul ketimbang Bupati Trenggalek Emil Dardak yang menjadi calon wakil gubernur Jawa Timur. Sikap tersebut disampaikan Arifin melalui sebuah poster yang menyebar dalam pesan berantai gawai.

    Dalam poster tersebut digambarkan Mochamad Nur Arifin tengah duduk dengan seragam formal lengkap dengan emblem Wakil Bupati Trenggalek. Pose tersebut juga dia kenakan saat mencalonkan diri menjadi Wakil Bupati Trenggalek berpasangan dengan Emil Elestianto Dardak tiga tahun silam.

    Di depan foto tersebut terdapat petikan kalimat yang digambarkan sebagai ucapan Arifin berbunyi, “Saya bersyukur Gus Ipul berpasangan dengan Mbak Puti. Karena orang Jawa meyakini pasangan yang baik itu harus mempertimbangkan: Bibit (nasab/keturunan), Bebet (status sosial/harkat), dan Bobot (kompetensi/kualitas). Gus Ipul – Mbak Puti memenuhi ketiga-tiganya sebagai pasangan pemimpin Jawa Timur”.

    Baca juga: PPP Resmi Dukung Khofifah-Emil Dardak di Pilgub Jatim

    Dikonfirmasi tentang poster tersebut, Mochmad Nur Arifin membenarkan jika itu adalah miliknya. Dia bahkan berterima kasih saat dipuji tentang desain poster yang menarik. “Bedakan urusan politik elektoral dengan urusan politik pembangunan di Trenggalek,” ujarnya, Sabtu 13 Januari 2018.

    Arifin lantas menjelaskan alasan pemilihan sikap dan gaya yang digambarkan dalam poster tersebut. Dia mengaku mampu mengemban amanat menjadi Wakil Bupati Trenggalek karena digendong para ulama dan belajar dari gagasan Bung Karno. Karena itu pengusaha muda ini tak akan pernah melupakan atau pun meninggalkan orang-orang yang telah membantunya.

    Dalam pemilihan kepala daerah Kabupaten Trenggalek lalu, pasangan Emil Elestianto Dardak – Mochamad Nur Arifin diusung oleh koalisi tujuh partai politik. Mereka adalah Partai Golkar, Partai Gerindra, Partai Demokrat, PDI Perjuangan, Partai Persatuan Pembangunan, Partai Amanat Nasional, dan Hanura.

    Arifin juga membantah tudingan yang sempat dilontarkan kepadanya, bahwa dia memiliki syahwat politik besar untuk merebut posisi Bupati Trenggalek menggantikan Emil Elestianto Dardak. “Kalau memang syahwat, ya saya pasti mendorong beliau, lha nyatanya ini saya ndak kesusu jadi Bupati karena pesan Kyai,” kata Arifin.

    Baca juga: PDIP Nilai Emil Dardak Tidak Berprestasi Pimpin Trenggalek

    Namun demikian sebagai sahabat, dia tetap mendoakan yang terbaik untuk koleganya Emil Elestianto Dardak yang kini maju mendampingi Khofifah Indar Parawansa ke kancah pemilihan gubernur. Arifin juga memastikan hingga kini hubungannya dengan Emil masih kompak dalam menjalankan roda pemerintahan di Kabupaten Trenggalek.

    Emil Dardak saat dikonfirmasi hal itu justru meminta masyarakat untuk tidak menyudutkan wakilnya. Emil mengaku bisa memahami posisi Arifin dalam mengawal kepentingan partai, yang hingga saat ini tidak berdampak apapun terhadap kelangsungan pemerintahan Kabupaten Trenggalek. “Hubungan saya dan Mas Arifin sangat baik dalam menjalankan pemerintahan di Trenggalek. Namun ada tugas lain yang harus beliau laksanakan dalam kaitan kepartaian,” kata Emil.

    Dia juga bersepakat dengan pernyataan Arifin, agar dibedakan antara tugas sebagai pemimpin kepala daerah dengan urusan kepartaian. Sebab sampai saat ini pemerintahan di Trenggalek masih berjalan lancar tanpa ada ancaman keretakan kepemimpinan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komposisi Utang Merpati Nusantara Airlines

    Asa bisnis Merpati Nusantara Airlines mengembang menyusul putusan Pengadilan Niaga Surabaya yang mengabulkan penundaan kewajiban pembayaran utang.