Pilgub Jabar, Aher Bakal Kampanye Untuk Pasangan Sudrajat-Ahmad S

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengecam keras pengakuan sepihak Amerika Serikat Yerusalem sebagai ibu kota Israel.(Foto: Dok. Pemprov Jabar)

    Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengecam keras pengakuan sepihak Amerika Serikat Yerusalem sebagai ibu kota Israel.(Foto: Dok. Pemprov Jabar)

    TEMPO.CO, Bandung - Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan atau Aher mengatakan, bersedia menjadi juru kampanye bagi pasangan bakal calon gubernur dan wakilnya, Sudrajat-Ahmad Syaikhu, yang disokong Partai Gerindra, PKS, dan PAN.

    “Ini sebagai pribadi, bukan sebagai gubernur. Insya Allah kita akan ikut ketika diminta ikut jadi jurkam (juru kampanye),” kata dia di Bandung, Senin, 8 Januari 2018.

    Baca juga: Persiapan Aher Pasca Pilkada Jawa Barat: Latihan Nyupir Sendiri

    Aher, sapaan Ahmad Heryawan mengatakan, kemungkinan dia akan mengajukan cuti jika diminta berkampanye di hari kerja. “Kalau di hari biasa, harus cuti. Kalau hanya Sabtu Minggu, itu yang diperlukan hanya pemberitahuan pada Kementerian Dalam Negeri dan KPU,” kata dia.

    Menurut Aher, dia sengaja menolak menjadi ketua tim sukses pasangan yang disokong partainya, PKS, itu karena alasan jabatannya sebagai gubernur. “Kalau jadi ketua tim sukses ribet. Nanti sedikit-sedikit dituduh-tuduh ‘ketua tim lu, ketua tim lu’. Masuk SD, masuk ke SMA nanti dituduh-tuduh,” kata dia.

    Kendati menjadi mendukung pasangan Sudrajat-Ahmad Syaikhu, selaku gubernur Jawa Barat, Aher meminta semua Aparatur Sipil Negara (ASN) tetap netral dalam pemilihan gubernur. “Saya minta kepada semua ASN untuk bertindak netral. Bahwa ASN punya hak pilih betul, hak pilihannya diejawantahkan dengan hak pilihnya masing-masing di bilik suara. Sebagai PNS harus netral, tidak boleh terlibat sebagai timses, terlibat kampanye,” kata dia.

    Aher mengingatkan, situasi pemilihan gubernur saat ini mirip dengan yang dialaminya dalam pemilhan gubernur lalu saat dia menjadi calon gubernur di periode keduanya. “Walaupun wagub sekarang maju, atau siapapun itu, sepeti saya dulu waktu di periode kedua. Kuncinya PNS netral saja. Tidak jadi timses, tidak jadi jurkam. Kalau hak pilih yang mereka miliki, ini urusan masing-masing di bilik suara,” kata dia.

    Dia meyakini PNS Jawa Barat punya pilihan masin-masing dalam pemilihan gubernur. “Waku saya mau di putaran kedua dulu, saya yakin tidak semua PNS milih saya. Tapi saya enggak mempermasalahkan itu,” kata Aher.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    OTT Bupati Kolaka Timur, Simak Fakta Penangkapan dan Profil Andi Merya

    Bupati Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, Andi Merya Nur, ditangkap KPK dalam OTT. Ia diduga menerima suap yang berhubungan dengan dana hibah BNPB.