Golkar Sulawesi Selatan Targetkan Menang Pilkada 80 Persen

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Harian Partai Golkar Nurdin Halid menyampaikan pidato di Kantor DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta, 7 Mei 2016. Nurdin Halin mendoaakan agar Setya Novanto cepat sembuh dan masalahnya cepat selesai, dan menghimbau Novanto untuk taat hukum, dan ikuti prosedur hukum. TEMPO/Dhemas Reviyanto Atmodjo

    Ketua Harian Partai Golkar Nurdin Halid menyampaikan pidato di Kantor DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta, 7 Mei 2016. Nurdin Halin mendoaakan agar Setya Novanto cepat sembuh dan masalahnya cepat selesai, dan menghimbau Novanto untuk taat hukum, dan ikuti prosedur hukum. TEMPO/Dhemas Reviyanto Atmodjo

    TEMPO.CO, Makasar - Partai Golkar Sulawesi Selatan menargetkan kemenangan pilkada di tingkat provinsi dan kabupaten/kota hingga 80 persen. Ketua Harian Dewan Pimpinan Pusat Golkar sekaligus bakal calon gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Halid, mengintruksikan kepada seluruh infrastruktur partai untuk selalu berkonsolidasi dan bekerja secara solid menghadapi pilkada serentak pada 27 Juni 2018.

    "Mulai besok, lonceng pertarungan sebenarnya dimulai, jangan ada berleha-leha. Semua harus bekerja untuk kemenangan bersama," kata Nurdin Halid di Makassar, Senin, 8 Januari 2018.

    Baca: Nurdin Halid dan Nurdin Abdullah Daftar ke KPU Sulsel Besok

    Nurdin optimistis target tersebut bisa dicapai. "Sebagai Ketua Golkar Sulsel, saya target kemenangan 80 persen. Kita bisa memenangkan 10 dari 12 pilkada serentak yang ada di Sulsel," ujarnya.

    Ia menuturkan target tersebut wajar karena infrastruktur Partai Golkar terlengkap. Selain itu, kata dia, Golkar mempunyai kepala daerah termasuk jumlah pengurus sampai ke tingkat desa.

    Dia menyebutkan Golkar di Sulawesi Selatan memiliki 21 pimpinan di DPRD kabupaten/kota, 376 legislator DPRD provinsi dan kabupaten/kota. Ditambah lagi, menurut dia, Golkar memiliki konsep yang matang, yakni menjadikan Golkar di seluruh Sulsel menjadi rumah rakyat.

    Baca juga: Pilgub Sulsel, Nurdin Halid dan Nurdin Abdullah Mulai Gerilya

    Nurdin juga mengimbau kepada seluruh kader untuk disiplin, solid dan saling membantu. "Di politik itu tidak boleh pakai perasaan. Berpolitik itu harus pakai aturan agar semua target kita bersama tercapai," ujarnya.

    Dia juga menyinggung soal pencalonannya bersama dengan Aziz Qahhar Mudzakkar (NH-Aziz) di pemiligan gubernur Sulawesi Selatan. Menurut dia, ada beberapa alasan sebagai indikator kemenangan di pemilihan gubernur Sulsel, seperti infrastuktur dan menyelesaikan konsilidasi sampai tingkat desa.

    Nurdin menyebytkan, ada sepuluh bupati dari Golkar namun hanya dua bupati yang tidak taat azaz seperti Kabupaten Gowa dan Luwu. Selain itu infrastrukur pantai sangat lengkap ditambah koalisi partai pengusung yang akan membantu memenangkan pasangan NH-Aziz.

    Dia menambahkan pasangannya Aziz Qahhar Mudzakkar kini menjabat anggota DPD mempunyai dukungan masyarakat cukup besar dan terus mengalami peningkatan dari periode pertama sampai priode kedua sebagai anggota DPD.

    "Ustadz Aziz menjadi DPD dengan dukungan suara yang terus meningkat mulai dari pertama terpilih sampai sekarang dengan perolehan suara mencapai 800 ribu. Bahkan diperiode ketiga mencapai 1 juta. Sehingga potensi NH-Aziz sudah ada dua juta pemilih," katanya.

    Sebelumnya, Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto menyampaikan indikator kemenangan Golkar di Sulsel adalah mampu memenangkan NH-Aziz serta kandidat yang bertarung di sejumlah daerah yang melaksanakan Pilkada serentak. "Kemenangan pasangan NH-Aziz adalah kemenangan kita semua termasuk yang bertarung di daerah, untuk mengembalikan kejayaan golkar di masa depan. Golkar menang, Jokowi presiden," kata Airlangga saat memberikan motivasi dalam konsolidasi pemenangan NH-Aziz, Minggu malam, 7 Januari 2018.

    Konsolidasi pemenangan Nurdin Halid dan Aziz Qahhar Mudzakkar juga dihadiri Sekretaris Jenderal DPP Golkar Idrus Marham, seluruh pengurus Golkar dan kader se-Sulsel, serta bakal calon bupati wali kota dari berbagai daerah di Sulawesi Selatan yang ikut pilkada.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Indonesia dapat Belajar dari Gelombang Kedua Wabah Covid-19 di India

    Gelombang kedua wabah Covid-19 memukul India. Pukulan gelombang kedua ini lebih gawat dibandingkan Februari 2021.