Golkar Resmi Usung Bima Arya dan Direktur KPK di Pilkada Bogor 2018

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto menyerahkan surat keputusan dukungan kepada pasangan bakal calon Wali Kota Bogor Bima Arya dan Dedie A. Rachim di DPP Partai Golkar, Jakarta, 5 Januari 2018. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto menyerahkan surat keputusan dukungan kepada pasangan bakal calon Wali Kota Bogor Bima Arya dan Dedie A. Rachim di DPP Partai Golkar, Jakarta, 5 Januari 2018. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Partai Golongan Karya resmi mengusung calon Wali Kota Bogor inkumben, Bima Arya Sugiarto, dan mantan Direktur Pembinaan Jaringan dan Kerja Sama Antarkomisi dan Instansi (PJKAKI) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Dedie A. Rachim, sebagai pasangan calon wali kota dan wakil wali kota dalam pemilihan kepala daerah (pilkada) Kota Bogor 2019. Ketua Bidang Koordinator Pemenangan Pemilu Partai Golkar Nusron Wahid menyebutkan surat rekomendasi partai kepada pasangan calon diserahkan pada hari yang sama dengan deklarasi dukungan Golkar di kantor DPP pada Jumat, 5 Januari 2018.

    "SK rekomendasi kepada pasangan calon usungan Golkar diserahkan hari ini juga," kata Nusron Wahid pada acara itu.

    Baca:
    Pilkada Bogor, Ini Alasan Bima Arya Pilih...
    Golkar Umumkan 159 Calon Kepala Daerah Termasuk Edy Rahmayadi

    Demi mendampingi kader Partai Amanat Nasional, Bima Arya, Dedie memutuskan mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Direktur PJKAKI KPK. Informasi pengunduran Dedie telah disampaikan kepada pimpinan KPK pada 27 Desember 2017.

    Sebelumnya, Bima Arya mengaku memilih Dedie dengan menilai sisi personal wakil yang digandengnya dalam pilkada Kota Bogor. Ia merasa memerlukan pemimpin dari kalangan profesional untuk bersama-sama melanjutkan menata dan membenahi Kota Bogor.

    Baca juga: Lewat Instagram, Bima Arya Umumkan Maju...

    Bima membantah memilih lantaran latar belakang Dedie sebagai salah satu direktur KPK. "Saya tidak melihat latar belakang tadi.” Juga tidak mempertimbangkan soal dikotomi antarpartai dan nonpartai. “Tapi lebih kepada sosok personal," tutur Bima saat dihubungi Tempo, Sabtu, 30 Desember 2017.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tito Karnavian Anggap OTT Kepala Daerah Bukan Prestasi Hebat

    Tito Karnavian berkata bahwa tak sulit meringkus kepala daerah melalui OTT yang dilakukan Komisi Pemerantasan Korupsi. Wakil Ketua KPK bereaksi.