Ragam Gangguan Keamanan Saat Pilkada 2018 versi Kapolri

Reporter:
Editor:

Widiarsi Agustina

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kapolri Jendral Polisi Tito Karnavian saat berkunjung ke Mapolda Papua Barat, sekaligus memberikan keterangan Pers tentang peristiwa penembakan warga sipil di Deiyai, Papua. TEMPO/Hans Arnold

    Kapolri Jendral Polisi Tito Karnavian saat berkunjung ke Mapolda Papua Barat, sekaligus memberikan keterangan Pers tentang peristiwa penembakan warga sipil di Deiyai, Papua. TEMPO/Hans Arnold

     JAKARTA-Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan gangguan keamanan terbesar pada tahun 2018 muncul bersamaan dengan berlangsungnya Pilkada 2018. Kapolri menyebut ada sejumlah potensi gangguan keamanan yang sudah diprediksi. Ragamnya antara lain dimulai sejak pendaftaran pasangan calon ke Komisi Pemilihan Umum. Potensi itu kemudian akan berlanjut hingga pengesahan pasangan calon terpilih.

    Potensi gangguan keamanan itu, kata Tito, disebabkan oleh adanya polarisasi masyarakat akibat Pilkada 2018. Pilihan politik masing-masing warga akan menyebabkan perpecahan yang berujung konflik. “Ada pengerahan massa, gesekan antarpendukung, dukungan ganda, dualisme parpol, dan sebagainya,” kata Tito di Ruang Rapat Utama Markas Besar Polri, Jakarta Selatan pada Jumat, 29 Desember 2017.

    BACA:Ini Strategi Kapolri Tito Karnavian Amankan Pilkada 2018

    Gesekan juga diperkirakan akan muncul saat penetapan pasangan calon. Tito memperkirakan kemunculan protes dari bakal calon yang tidak lolos. Hal ini menyebabkan rawannya tindak kekerasan atau gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN). Di tahapan ini, juga diprediksikan muncul banyak aksi demonstrasi akibat banyak pihak yang meragukan netralitas KPU.

    Kemudian, di tahap kampanye, diprediksikan terjadi gesekan antar pendukung serta praktik uang politik untuk memuluskan terpilihnya salah satu paslon. Kampanye hitam serta maneuver politik inkumben dengan menggunakan isu Suku ras Agama dan Antargolongan (SARA) serta berita hoax juga diprediksikan akan muncul di tahapan ini.

    Selanjutnya, tindakan pengrusakan Tempa Pemungutan Suara (TPS) serta netralitas penyelenggara juga diperkirakan akan terjadi pada tahap pemungutan suara. Pada tahap penghitunngan suara, Tito menyebut akan semakin terjadi perpecahan antar warga, yakni aksi kekerasan massa yang kalah dan bentrok antar massa pendukung.

    Baca : Pilkada 2018 dan Kekhawatiran Soal Pencalonan Jenderal

    Pada tahap penetapan pasangan calon terpilih, diprediksikan akan terjadi unjuk rasa akibat kekecewaan para pendukung yang kalah. Pengerahan massa dan unjuk rasa juga masih akan berlanjut hingga tahap akhir, yakni pengesahan paslon terpilih.

    Selain Pilkada 2018, Tito juga menyebutkan pesta olahraga Asian Games 2018 di Palembang dan Jakarta juga berpotensi timbul gangguan keamanan. Selain itu, Pertemuan Bank Dunia (IMF) pada Oktober 2018 yang bertempat di Bali juga turut menjadi perhatian khusus polisi tahun depan.

    ZARA AMELIA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ODP dan Isolasi Mandiri untuk Pemudik saat Wabah Virus Corona

    Tak ada larangan resmi untuk mudik saat wabah virus corona, namun pemudik akan berstatus Orang Dalam Pemantauan dan wajib melakukan isolasi mandiri.