Emil Dardak Ungkap Alasannya Maju di Pilgub Jawa Timur

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa (kanan) dan Bupati Trenggalek Emil Dardak memberi sambutan usai mendapat  surat keputusan di DPP Golkar, Jakarta, 22 November 2017. Dengan dukungan dua partai ini, Khofifah dan Emil sudah dapat mendaftar sebagai pasangan calon gubernur dan wakil gubernur. Tempo/Fakhri Hermansyah

    Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa (kanan) dan Bupati Trenggalek Emil Dardak memberi sambutan usai mendapat surat keputusan di DPP Golkar, Jakarta, 22 November 2017. Dengan dukungan dua partai ini, Khofifah dan Emil sudah dapat mendaftar sebagai pasangan calon gubernur dan wakil gubernur. Tempo/Fakhri Hermansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Bupati Trenggalek Emil Elestianto Dardak buka suara ihwal keputusannya maju mendampingi Khofifah Indar Parawansa dalam pemilihan Gubernur Jawa Timur 2018. Emil berharap dapat memberikan nilai tambah bagi Jawa Timur jika nanti terpilih menjadi wakil gubernur.

    "Niat saya tidak lain dan tidak bukan adalah karena saya melihat bahwa dengan mendampingi Ibu Khofifah, insya Allah saya bisa memberikan nilai tambah kepada Provinsi Jawa Timur," kata Emil di kantor Dewan Pengurus Pusat Partai Golkar, Jalan Anggrek Neli Murni, Slipi, Jakarta, pada Rabu, 22 November 2017.

    Emil menyebut telah mengenal visi-misi Khofifah. Menurut dia, Khofifah memiliki pendekatan yang tidak bisa untuk memberantas kemiskinan, memberdayakan masyarakat, dan meningkatkan perekonomian rakyat kecil.

    Baca juga: Maju ke Pilkada Jatim, Emil Dituding Korbankan Warga Trenggalek

    "Beliau menggunakan pendekatan yang out of the box untuk meningkatkan perekonomian dan berpihak kepada rakyat kecil," ucap Emil.

    Emil memutuskan menerima pinangan Khofifah untuk maju dalam pilgub Jawa Timur. Dia terpilih dari hasil kajian yang dilakukan Tim 17, yang terdiri atas kiai dan ulama pendukung Khofifah. Per hari ini, Khofifah dan Emil telah menerima surat keputusan pencalonan resmi dari Partai Demokrat dan Partai Golkar.

    Emil sebelumnya diusung koalisi Partai Demokrat, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Partai Amanat Nasional, Partai Golkar, Partai Gerindra, Partai Persatuan Pembangunan, dan Partai Hanura ketika maju dalam pemilihan bupati Kabupaten Trenggalek 2015.

    Sejumlah tokoh PDIP berkomentar setelah kabar majunya Emil beredar di media massa. Ketua DPC PDIP Kabupaten Trenggalek Doding Rahmadi mengatakan sudah menduga keputusan Emil tersebut. Doding mengatakan keputusan Emil itu menjadi catatan tersendiri bagi PDIP. Dia juga menilai selama ini Emil kurang berprestasi memimpin Trenggalek.

    Baca juga: Skor Emil Dardak Tertinggi dalam Survei Calon Wakil Khofifah

    Emil Dardak mengatakan sudah bertemu dan berbicara dengan Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristoyanto. Namun dia enggan berkomentar saat ditanya apakah akan mendapat sanksi dari PDIP.

    "Sekali lagi saya menyerahkan jawaban ini kepada beliau," tutur Emil.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Indonesia dapat Belajar dari Gelombang Kedua Wabah Covid-19 di India

    Gelombang kedua wabah Covid-19 memukul India. Pukulan gelombang kedua ini lebih gawat dibandingkan Februari 2021.