Senin, 18 Juni 2018

Ridwan Kamil: Tak Masalah jika Golkar Cabut Dukungan

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wali Kota Bandung Ridwan Kamil (kiri) dan anggota DPR Daniel Muttaqien memberikan sambutan usai menerima rekomendasi sebagai Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur Jawa Barat di Kantor DPP Partai Golkar, 11 November 2017. Ridwan Kamil dan Daniel Muttaqien diusung untuk maju pada Pilkada Jawa Barat tahun 2018. ANTARA

    Wali Kota Bandung Ridwan Kamil (kiri) dan anggota DPR Daniel Muttaqien memberikan sambutan usai menerima rekomendasi sebagai Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur Jawa Barat di Kantor DPP Partai Golkar, 11 November 2017. Ridwan Kamil dan Daniel Muttaqien diusung untuk maju pada Pilkada Jawa Barat tahun 2018. ANTARA

    TEMPO.CO, Bandung - Wali Kota Bandung Ridwan Kamil mengatakan tidak mempermasalahkan kalau saja Partai Golongan Karya mencabut dukungan untuk dia dalam pemilihan Gubernur Jawa Barat 2018.

    Musababnya, beredar kabar bahwa Partai Golkar memberikan syarat mutlak agar urusan calon wakil gubernur yang mendampingi Ridwan harus kader partai berlogo pohon beringin itu, yakni Daniel Mutaqien Syafiuddin.

    "Enggak masalah (kalau Golkar batal mendukung) dalam politik. Dari awal, sudah saya sampaikan, kalau cocok, mari bergabung; kalau tidak cocok, jangan dipaksakan," ujar Ridwan di Bandung, Selasa, 14 November 2017.

    Baca juga: Pilgub Jabar 2018, Ridwan Kamil Mulai Kerahkan Pasukan Siber

    Makanya, ucap dia, komunikasi rutin memang sangat diperlukan agar koalisi partai yang mendukung Ridwan guna maju dalam pilkada Jawa Barat bisa tetap kokoh dan tidak terjadi konflik antarpartai yang berkoalisi mendukung Ridwan.

    Ridwan menjadi satu-satunya calon Gubernur Jawa Barat yang resmi mendapat tiket guna maju dalam pilkada Jawa Barat melalui jalur partai politik. Ada empat partai yang kini mendukung Ridwan, yakni Partai NasDem (NasDem), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), dan Golkar.

    Ridwan mampu melampaui syarat minimal kursi parpol di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah yang ditetapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU), yakni 20 kursi. Total, Ridwan mengantongi 38 kursi, yang merupakan gabungan dari empat partai koalisi yang mendukungnya.

    "Jadi komunikasikan aja. Kabarnya juga belum jelas (syarat Golkar). Kalau yang mengeluarkan ucapan ketua umum dan yang tanda tangan sekjen, baru diperhatikan. Kalau letupan-letupan gitu mah, enggak akan pernah berhenti, pasti ada aja," tuturnya.

    Baca juga: Ditolak Pendukung Dedi Mulyadi di Pilgub, Ridwan Kamil: Dinamika

    Wali kota yang akrab disapa Emil itu mengatakan akan segera melakukan komunikasi dengan keempat partai yang berkoalisi untuk membahas masalah yang kini mengemuka, yakni terkait dengan calon wakil gubernur yang akan disandingkan dengan Ridwan. Selain Golkar, PPP pun menghendaki agar Ridwan Kamil berpasangan dengan kader PPP, Uu Ruhzanul Ulum.

    "Sedang diproses untuk ketemuan. Belum (jelas waktunya). Tenanglah, kan masih lama Januari. Obrolan soal wakil itu yang menjadi prioritas utama. Tapi jangan diburu-buru, kan ngumpulin empat partai inohong-inohong kan enggak mudah," ucapnya.


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Timnas Paling Sering Lolos Piala Dunia

    Untuk bisa berpartisipasi dalam Piala Dunia, tim nasional sebuah negara harus mengikuti babak kualifikasi. Tidak semua tim bisa lolos.