Pilkada Kaltim, Syaharie Jaang Terus Jalin Komunikasi ke Partai

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Walikota Samarinda, Syaharie Jaang. TEMPO/Sapri Maulana

    Walikota Samarinda, Syaharie Jaang. TEMPO/Sapri Maulana

    TEMPO.CO, Jakarta - Wali Kota Samarinda, Syaharie Jaang menanggapi santai terkait peluang dirinya maju bersama Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Kaltim Inspektur Jenderal Safaruddin dalam Pilkada Kaltim 2018.

    “Gak apa-apa, dalam politik kan biasa saja begitu. Kan semua itu kami serahkan pada partai. Nanti masih ada waktunya 2 bulan lagi, kan 8 Januari pendaftaran resmi dibuka KPU,” kata Jaang di Samarinda, Selasa, 7 November 2017.

    Sebelumnya beredar video yang berisi pernyataan Safaruddin yang hendak maju dalam Pilkada Kaltim bersama Wali Kota Syaharie Jaang.

    "Ini rahasia kita jangan bilang siapa-siapa ya. Pasangannya pak Syaharie Jaang. Beliau wakil gubernur, saya gubernurnya," kata Safaruddin dalam video yang menyebar ramai di media sosial whatsapp tersebut. Hingga berita ini diturunkan Tempo belum mendapat konfirmasi dari Safaruddin.

    Menurut Jaang, ia belum bisa menanggapi hal tersebut karena semua akan jelas jika sudah ada sikap resmi dari partai pengusung.

    “Nanti kalo kita sudah pegang semua dokumen tertulisnya. Mungkin mereka (Kapolda) terceplos saja itu,” kata Jaang. Ia menduga mungkin saat itu Safaruddin hanya mengucap Syaharie Jaang, karena nama itu yang terlintas di pikirannya saat itu. "Itu hebatnya Syaharie Jaang selalu ada dalam pikiran orang," ujarnya.

    Untuk itu, Jaang memilih untuk menunggu dan tidak mau melangkahi sikap atau putusan resmi dari partainya.

    “Bagaimanapun, saya sosialisasi kan itu perintah partai, kalau dibilang saya gak usah maju, saya mau apa,” kata dia.

    Wali Kota Samarinda ini juga menjelaskan bahwa dirinya saat ini terus berkomunikasi ke berbagai pihak, termasuk ke seluruh partai politik yang ada terkait Pilkada Kaltim. “Saya ini kan gak pinter, gak kuat, itulah pentingnya silaturahim,” kata Jaang.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ODP dan Isolasi Mandiri untuk Pemudik saat Wabah Virus Corona

    Tak ada larangan resmi untuk mudik saat wabah virus corona, namun pemudik akan berstatus Orang Dalam Pemantauan dan wajib melakukan isolasi mandiri.