Polisi Terjunkan 7.000 Personel untuk Berjaga dalam Pilkada Papua

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Irjen Pol Boy Rafli Amar melakukan salam komando dengan Irjen Pol Paulus Waterpauw usai pelantikan di Mabes Polri, Jakarta, 28 April 2017. Irjen Pol Boy Rafli Amar dilantik menjadi Kapolda Papua menggantikan Irjen Pol Paulus Waterpauw yang dilantik sebagai Wakabaintelkam Polri. TEMPO/Subekti

    Irjen Pol Boy Rafli Amar melakukan salam komando dengan Irjen Pol Paulus Waterpauw usai pelantikan di Mabes Polri, Jakarta, 28 April 2017. Irjen Pol Boy Rafli Amar dilantik menjadi Kapolda Papua menggantikan Irjen Pol Paulus Waterpauw yang dilantik sebagai Wakabaintelkam Polri. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Menjelang pemilihan kepala daerah atau pilkada Papua, kepolisian akan bersiaga untuk menjaga keamanan daerah itu. Kepala Kepolisian Daerah Papua Inspektur Jenderal Boy Rafli Amar mengatakan kepolisian akan menerjunkan sekitar 7.000 personel untuk mengamankan pilkada.

    "Jadi hampir 2/3 kekuatan kami itu dipakai untuk tuntutan pengamanan," ucap Boy di Kementerian Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan, Jakarta, Kamis, 2 November 2017.

    Baca juga: Mendagri dan Menkopolhukam Bentuk Tim Kecil Teliti Pilkada Papua

    Pilkada serentak 2018 akan dilakukan di 171 daerah di Indonesia. Sebanyak 171 daerah tersebut terdiri atas 17 provinsi, 39 kota, dan 115 kabupaten yang akan menggelar pilkada. Beberapa daerah di Indonesia memiliki indeks keamanan pemilu yang cukup tinggi, salah satunya Papua.

    Selain itu, ujar Boy Rafli, ada tambahan tujuh kompi Brimob untuk mengamankan aktivitas pilkada di Papua nanti. "Kompi Brimob itu yang kami minta nanti ke Mabes Polri," tuturnya.

    Baca juga: Staf Khusus Presiden Temui Wiranto Bahas Keamanan Papua 

    Menurut Boy, ada obyek-obyek vital yang nantinya akan menjadi perhatian khusus dalam pengamanan pilkada, seperti kantor Komisi Pemilihan Umum dan Badan Pengawas Pemilu. "Untuk Obyek-obyek vital sudah ada sistem pengamanan sendiri," ucapnya.

    Boy mengatakan beberapa satuan khusus juga dibentuk untuk mengamankan obyek-obyek vital dalam pilkada Papua. Obyek-obyek vital, ujar dia, berpotensi menjadi sasaran amuk saat terjadi chaos. "Obyek vital berpotensi menjadi sasaran amuk massa pendukung," ujarnya.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Operasi Ketupat 2021 Demi Menegakkan Larangan Mudik, Berlaku 6 Mei 2021

    Sekitar 166 ribu polisi diterjunkan dalam Operasi Ketupat 2021 untuk menegakkan larangan mudik. Mereka tersebar di lebih dari 300 titik.