Wiranto Sebut Ada Eskalasi Kerawanan di Pilkada Papua

Reporter:
Editor:

Iqbal Muhtarom

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan, Wiranto saat ditemui di kantor Kemenko Polhukam Jakarta, 30 Oktober, 2017. Tempo/Syafiul Hadi

    Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan, Wiranto saat ditemui di kantor Kemenko Polhukam Jakarta, 30 Oktober, 2017. Tempo/Syafiul Hadi

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Kemananan, Wiranto menilai telah terjadi eskalasi kerawanan menjelang pilkada serentak di Papua pada 2018 mendatang. Wiranto mengatakan peningkatan eskalasi kerawanan itu menjadi konsen khusus pemerintah pusat terutama untuk pengamanan pilkada Papua.

    "Kita kan sudah lihat beberapa daerah yang kita lihat mempunyai indeks keamanan pemilu yang cukup tinggi," ujar Wiranto di Kemenko Polhukam, Jakarta, 2 November 2017.

    Baca juga:
    Kapolda Papua Beberkan Potensi Konflik Pilkada 2018 di Papua
    Ini Jadwal Lengkap Tahapan Pilkada 2018

    Papau menjadi salah satu daerah di Indonesia yang akan menggelar Pilkada serentak pada 2018 mendatang. Wiranto mengatakan ada beberapa wilayah di Papua yang menjadi konsen khusus pemerintah pusat. "Apakah itu unsur kesengajaan dari kelompok-kelompok radikal atau bagian dari yang ingin menggangu pelaksanaan pilkada, itu kan kita waspadai semua," tuturnya.

    Sebagai langkah antisipasi, Wiranto telah memanggil beberapa pejabat yang terkait dengan pengamanan pilkada Papua seperti Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly, Kapolda Papua Inspektur Jenderal Boy Rafli Amar dan Panglima Kodam XVII Cenderawasih Mayor Jenderal George Elnadus Supit.

    Baca juga: Pilkada 2018, Wiranto Jelaskan Kondisi Politik 4 Wilayah Ini

    Wiranto mengatakan dari beberapa daerah di Indonesia yang menggelar pilkada pada 2018 mendatang, Pilkada Papua memiliki kerawanan keamanan yang cukup tinggi. "Khususnya papua sudah dilakukan sharing pendapat dan informasi untuk diputuskan mengamankan pelaksanan pilkada di Papua," katanya.

    Wiranto berujar setelah memanggil dan berbagi informasi dengan pihak terkait, hasilnya akan dilaporkan kepada Komisi Pemilihan Umum. Hal ini, kata dia, untuk melihat di sektor mana saja kerawanan pilkada dapat terjadi. "Dengan Banwaslu dan Panwaslu juga, kita koordinasi dengan pihak-pihak lain," ucapnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Erupsi Merapi Dibanding Letusan Raksasa Sejak 7200 Sebelum Masehi

    Merapi pernah meletus dengan kekuatan 4 Volcanic Explosivity Index, pada 26 Oktober 2010. Tapi ada sejumlah gunung lain yang memiliki VEI lebih kuat.