TEMPO.CO, Jakarta - Calon inkumben pemilihan Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo, mengingatkan warga Jakarta untuk tidak terjebak dalam modus hipnotis melalui telepon seluler jelang putaran kedua yang berlangsung 20 September 2012. "Katanya sekarang orang bisa menghipnotis tidak melalui hubungan langsung tapi dengan ini (menunjuk ke arah telepon genggam," kata Fauzi setelah menghadiri acara halalbihalal di Masjid Ikhwanul Muslimin, Pasar Minggu, Ahad, 9 September 2012.
Ia memberi contoh bagaimana sebuah pesan singkat bisa mempengaruhi seseorang untuk melakukan sesuatu. "Misalnya saya sms I love you, dia sudah tidak inget orang lain lagi, dia cama inget Fauzi saja. Tapi yang jelas ini perlu diketahui oleh umat," katanya.
Pasangan Nachrowi Ramli ini pun mengingatkan warga peserta halalbihalal untuk mengantisipasi hal ini, khususnya mendekati hari pencoblosan nanti. Ketika ditanya apa modus seperti ini akan banyak muncul pada 20 September, Fauzi menilai modus ini bisa saja terjadi sekarang-sekarang ini. "Besok juga terjadi," katanya tertawa.
Ia mengingatkan pendukungnya untuk merapatkan barisan jelang putaran kedua pemilihan gubernur. "85 persen warga Jakarta adalah umat Islam. Jadi kalau kita bisa merapatkan barisan, tidak ada satu kekuatan yang bisa mengalihkan amanat umat Islam," katanya.
Foke pagi ini membuka kegiatannya dengan acara halalbihalal di Pasar Minggu. Tadinya, ia dijadwalkan bersilaturahmi dengan warga di Masjid Pondok Indah, tapi kemudian batal. Setelah dari Pasar Minggu, pasangan Nachrowi Ramli akan menghadiri acara senam pagi serta dialog dengan masyarakat dan pegawai RSUD Tarakan di Lapangan Monas.
ANANDA W. TERESIA
Berita Terpopuler
Aktivis: Ekspektasi kepada Jokowi Terlalu Tinggi
Di Youtube, Tim Jokowi Kritik Parameter Kemiskinan
Kubu Jokowi Siapkan 1 Juta Cuit di Twitter
Jokowi Yakinkan Pemilih Lewat Youtube
Hari Ini, Jokowi Kembali Sambangi Warga Ibukota
Jokowi Maju Pilpres 2014?