Sabtu, 25 Mei 2013
Terpopuler
Kicauan Warga
Calon Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo di hotel Atlet Century Park, Senayan, Jakarta, Sabtu (11/8). Tempo/Aditia Noviansyah
Minggu, 12 Agustus 2012 | 12:17 WIB
PKS Pilih Foke, Jokowi: Apa Saya Kurang Ganteng?

TEMPO.CO, Jakarta - Keputusan Partai Keadilan Sejahtera untuk mendukung pasangan calon Gubernur DKI Jakarta dan wakilnya, Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli, menutup kesempatan bagi calon gubernur, Joko Widodo atau biasa disapa Jokowi, untuk mendapatkan tambahan partai penyokong.

"(Kami) inginnya koalisi dengan partai yang lain juga," kata Jokowi kepada Tempo di Jakarta, Sabtu, 11 Agustus 2012.

Namun, lantaran PKS sudah mengambil sikap untuk mendukung calon gubernur lain, maka satu-satunya peluang untuk berkoalisi adalah di tempat pemungutan suara (TPS) pada hari pencoblosan nanti. "Nanti koalisi partainya di TPS saja," ujarnya.

Menurut Wali Kota Surakarta ini, selama ini dukungan dari partai pengusungnya, PDIP dan Gerindra, sudah cukup mumpuni. Buktinya, lanjut Jokowi, ia dan pasangannya--Basuki Tjahja Purnama--memperoleh suara terbanyak pada pilkada putaran pertama kemarin.

Selama ini, Jokowi mengatakan, sudah melakukan komunikasi intensif dengan partai lain. Namun ia mengaku tak tahu apa penyebab tidak adanya koalisi yang terbangun dengan partai selain PDIP dan Gerindra tadi.

"Tanya ke partai. Kok tidak mau sih sama Jokowi-Basuki? Apa kurang ganteng?" ujarnya berkelakar.

ANANDA W. TERESIA

Berita terkait:
Tak Dapat Koalisi Partai, Jokowi Merasa Dikeroyok

PKS Dukung Foke, Apa Kata Hidayat Soal Jokowi?

Dukungan PKS Dinilai Mencurigakan

Apa Mahar PKS untuk Foke?

Isu SARA Foke Unggul, Isu Perubahan Jokowi Menang

Ditinggal PKS, Jokowi Pasrah

Ini Strategi Foke-Nara di Putaran Kedua Pilgub DKI

Kubu Jokowi Mengaku Siap Dikeroyok

Komentar
7
30
sudah ganteng pak nanti rakyat jakate yang pilih bapak bukan partai partai coro sarang coruptor
PENGIRIM KOMENTAR Windu Laksono (Minggu, 12 Agustus 2012 | 23:23 WIB)
0
4
Katanya bapak pelit, ngak mau bagi2. Maklum saja pak gimana mau sejahtera kalau bapak nggak mau kasih jabatan penting buat mereka.
PENGIRIM KOMENTAR Zulidamel (Senin, 13 Agustus 2012 | 10:31 WIB)
6
6
Pak Joko, harusnya almahdulillah karena bisa fokus ke rakyat ngk diributin Partai sebagai balas budi. AYo warga Jakarta pilih aja yang jelas punya ikatan ama partai ngk banyak. Banyak partai sedikit untuk rakyat
PENGIRIM KOMENTAR Naufal Sii Nunut (Senin, 13 Agustus 2012 | 10:44 WIB)
12
27
nggak banyak bagaimana . . . wong yang usung aja sudah koalisi 2 partai besar tentunya harus ada kompensasi balas budi dong. Kalau ndak gitu ngapain kagak pilih calon dari kader partai sendiri aja
PENGIRIM KOMENTAR Ficky Ky (Senin, 13 Agustus 2012 | 12:48 WIB)