TEMPO.CO, Jakarta - Sampai Senin, 27 Agustus 2012, polisi belum berhasil menemukan pengunggah dan penyebar video berjudul ‘Koboy Cina Pimpin Jakarta’ yang beredar pekan lalu. Video yang diunggah di situs media sosial Youtube itu mengintimidasi warga Jakarta keturunan Tionghoa untuk tidak memilih pasangan Jokowi-Ahok pada putaran kedua Pemilihan Gubernur Jakarta, 20 September 2012 nanti.
"Masih ditelusuri dan didalami," ujar Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Rikwanto ketika dihubungi Tempo pada Senin, 27 Agustus 2012. Rikwanto tampak enggan menjelaskan sampai sejauh mana hasil penyelidikan polisi saat ini. Ia hanya meminta masyarakat untuk bersabar. "Pokoknya, kami harapkan secepatnya pelaku bisa ditemukan," ujarnya.
Jika tertangkap dan terbukti bersalah, kata Rikwanto, sang pengunggah video koboy terancam dipenjara maksimal 6 tahun. "Bisa dijerat dengan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik," ujarnya.
ANANDA PUTRI
Berita Terpopuler:
Quraish Shihab, Si Pengubah Dunia
Politikus PDIP Akui Sebarkan Pesan Kebakaran
Letusan Gunung Toba Paling Dahsyat se Dunia
Pemain Liga Spanyol Ini Ingin Perkuat Timnas Indonesia
Soal Kebakaran, Tim Foke-Nara Laporkan Politisi PDIP
Iklan Tong Fang Masih Beredar
Marzuki Alie Minta Warga Terima Pemimpin Non Muslim
2.000 Pelacur Semarang Terindikasi HIV/AIDS
Sebagai Ketua DPR, Marzuki Kampanyekan Foke-Nara
Ibunda Pemimpin Syiah Sampang Kritis