TEMPO.CO, Jakarta - Dana kampanye calon Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) dan wakilnya, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), diperkirakan mencapai Rp 9 miliar. Joko masih mengharap dana tersebut terkerek untuk melangsungkan kampanyenya.
"Moga-moga bisa terkerek hingga ratusan miliar," kata Joko sambil tertawa, dalam konferensi pers, Sabtu, 30 Juni 2012.
Menurut perkiraan Joko, dengan gaya kampanyenya yang sederhana, ia akan bisa memperoleh dana sebesar Rp 16 miliar. Soalnya, kata Jokowi, pihaknya selalu mendapat bantuan dari masyarakat. Namun bantuan tersebut tidak melulu berbentuk uang. "Ada yang nyumbang kaus, ondel-ondel, patung-patung, dan bahkan tarian. Itu modal kami juga," kata dia.
Joko mengklaim selalu menjadi yang pertama melaporkan kasnya ke KPUD DKI Jakarta. "Jadi dana kami sudah diaudit," ujarnya.
Minggu hari ini, 1 Juli 2012, Jokowi melakukan kampanye terbuka di Parkir Timur Senayan. Kampanye ini berubah dari rencana awal. Semula, ia mengagendakan kampanye di lapangan Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta. Namun rencana itu urung diwujudkan sebagai antisipasi menjaga rumput-rumput di GBK.
Acara kampanye Jokowi-Ahok dimeriahkan dengan kegiatan sepeda gembira atau fun bike, aerobik, dan penampilan artis-artis penghibur, salah satunya band Alexa. Ratusan simpatisan Jokowi-Ahok mengenakan kemeja kotak-kotak.
MUHAMAD RIZKI
Berita Terpopuler
''Bukan Empat Mata'' Cherry Belle-Tukul Ditegur KPI?
Pesawat Hilang 60 Tahun Lalu Ditemukan
Mantan Miliarder Ini Bunuh Diri di Ruang Sidang
Balotelli, Selebrasi Gol, dan King Kong
Korupsi Quran Libatkan Bapak dan Anak